Gelar RUPS, Sekar Bumi Catat Penjualan Rp 1,13 T di Kuartal I 2022
·waktu baca 3 menit

PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) hari ini menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS). Kinerja emiten produsen makanan olahan beku, utamanya udang hingga ikan (frozen seafood) ini mencatat penjualan bersih Rp 1,13 triliun di kuartal I 2022, naik 32 persen dibanidngkan periode yang sama tahun lalu Rp 855,87 miliar.
Dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (28/6), hal tersebut didorong kenaikan penjualan frozen seafood dan processed food yang naik signifikan. Penjualan frozen seafood naik 32 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 1,1 triliun, sedangkan penjualan processed food naik 48 persen menjadi Rp 27,41 miliar.
Kenaikan penjualan Sekar Bumi turut mendorong laba bersih setelah pajak menjadi Rp 29,14 miliar di kuartal I 2022 atau naik 169,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 10,81 miliar. Adapun laba per saham naik menjadi Rp 15,74 dari periode sama tahun lalu Rp 5,83.
Selain itu, SKBM juga memutuskan akan membagikan dividen tunai tahun 2021 sebesar Rp 6,05 miliar atau Rp 3,5 per saham. Dividen ini lebih besar dibandingkan tahun lalu Rp 2,07 miliar atau Rp 1,20 per lembar saham.
Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk, Harry Lukmito, mengatakan pembagian dividen ini didorong oleh kinerja perseroan yang membaik, pasar dalam negeri yang meningkat seiring daya beli yang kuat, serta kondisi bisnis yang mulai membaik.
“Untuk prospek bisnis ke depan, manajemen masih optimistis karena kami bergerak di industri makanan, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ya,” kata Harry.
Direktur Sekar Bumi, Howard Ken Lukmito, mengatakan kenaikan penjualan didukung penjualan ekspor udang yang meningkat. Selain itu, kenaikan permintaan pada pasar domestik juga berpengaruh, termasuk adanya peluncuran produk makanan olahan dimsum yang menjadi andalan perusahaan.
Howard menjelaskan, adanya kenaikan bahan pangan global tidak berpengaruh kepada perseroan. Mengingat bahan utama Sekar Bumi berasal dari perikanan dalam negeri.
“Jadi, kami masih bisa menjaga suplai secara rutin dan meskipun ada kenaikan harga, namun tidak terlalu signifikan, kecuali barang-barang yang memang ada komponen impornya seperti tepung terigu. Untuk mengatasi ini, kita memang berupaya dari segi harga, packaging tetap terjangkau misalnya dengan memperkecil packaging, selain itu juga kita mencari bahan-bahan baku yang bisa menjadi substitusi,” jelasnya.
SKBM juga menerima persetujuan sebagai approved-supplier supermarket (retailer) besar di Amerika Serikat seperti Walmart, Costco, Kroger, Ahold, Publix, Aldi, Woolworths, dan sebagainya. SKBM juga mengantongi sertifikat internasional yang diakui seperti Best Aquaculture Practice 4-Star, yaitu integrasi dari benur udang, pakan udang, tambak udang, dan pabrik udang. Ditambah dengan traceability system yang mampu menunjang keunggulan perusahaan.
“Kami terus menggenjot pasar domestik dan mempertahankan kekuatan kami di pasar ekspor, ditambah upaya kami dalam menghadirkan inovasi produk perikanan," tambahnya.
