Geliat Bisnis Anggrek Hasilkan Omzet Ratusan Juta Rupiah

Kota Batu, Jawa Timur, memang dikenal sebagai surga bunga. Jika berkunjung ke sana, maka kita akan sangat mudah menemukan para pedagang bunga.
Bisnis bunga memang menjadi salah satu pengerek ekonomi di sana. Salah satunya bisnis bunga angrek milik Dedek Setia Santoso, yang berlokasi di Kebun Anggrek, Jalan Martorejo, Kecamatan Junerjo, Kota Batu.
Dedek mengaku bisnis bunga anggrek tersebut mulai digelutinya pada 2005. Awalnya, Wakil Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) di Malang-Jawa Timur, tersebut hanya dari hobi dan mulai serius digarap pada 2007.
Dia memilih bisnis Anggrek ini lantaran harga yang stabil setiap tahunya. Selain itu, tentu saja hobi bertanam membuat dirinya semakin mantab menekuni bisnis ekslusif ini.
"Setelah 2 tahun jalan, Anggrek itu dari tahun ke tahun harganya paling stabil artinya setiap tahun untuk harga mengalami kenaikan dan jarang sekali harga turun," kata Dedek kepada saat dihubungi kumparan, Senin (18/6).

Bisnis anggrek ini dia jalankan bersama 25 kelompok tani yang mengelola 3.000 meter lahan budidaya anggrek tersebut. Sekarang dalam sebulan Dedek mampu meraup hingga ratusan juta rupiah.
"Kalau omzet sekitar Rp 100 juta-an, Ini peluang bisnis yang punya prospek," katanya. Pembelinya, ada dari dalam dan luar negeri.
Ada berbagai macam jenis angrek yang dijual. Sebanyak 70% menjual jenis Dendrobium, yaitu jenis angrek dengan ciri khas ada mlintir di bunganya dan 30% lainya seperti jenis Cattleya dan Vanda.
"Tergantung macem-macem hampir 70% khusus di dendrobium mlintir mlintir dan 30% Phalaenopsis, Cattleya ada Vanda campur-campur," katanya.
Dedek memproyeksikan bisnis Anggrek akan terus memiliki prospek yang bagus. Sebabnya, setiap tahunya ada kenaikan dari jumlah anggota dan pendapatan yang berkisar hingga 50%.
"Setiap tahun ada anggota nambah waktu anggota nambah penjualan otomatis nambah rata-rata sekitar 50% ke atas kita kan produksi per hari 9.000 bibit," ujarnya.
