Kumparan Logo

Geliat Bisnis Batik di Pasar Tanah Abang

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang melayani calon pembeli dagangan pakaian batiknya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).
 Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang melayani calon pembeli dagangan pakaian batiknya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak pernah sepi dari pengunjung. Masyarakat mondar-mandir mencari barang yang yang mau dibeli. Salah satu barang yang banyak dicari adalah batik.

Dari Blok F, B, sampai A, setiap kios penjual batik terpantau dikunjungi pembeli. Harga batik di Pasar Tanah Abang pun bervariasi.

“Itu yang cewek harganya Rp 185.000, cowok Rp 165.000,” kata Sari yang menjaga kios di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (3/10).

Pedagang menunggu pembeli di kiosnya Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia mengungkapkan, saat Hari Batik kemarin memang tidak terlalu ramai pembelinya. Namun, ia memastikan, hampir setiap hari selalu saja ada masyarakat yang beli batik.

“Ramai tergantung sih kadang 15 (sehari), hari-hari tertentu juga ramai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, batik yang dijualnya berasal dari berbagai daerah seperti Solo dan Pekalongan.

“Batik Solo itu yang warna dasar kuning emas. Yang Pekalongan warna-warni,” terangnya.

Pedagang melayani calon pembeli dagangan pakaian batiknya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sementara itu, seorang pedagang lainnya memilih menjahit sendiri batik yang dijualnya.

“Sama saja kayak biasa. Kalau ini kain ambil dari Pekalongan. Kita jahit sendiri udah ready bahannya,” ungkapnya.

Ia menawarkan harga baju batik tersebut Rp 150.000 per potong. Namun, saat ada orang yang menawarnya Rp 140.000, ia melepas batik tersebut ke pembeli.

“Laku ya tergantung yang beli. Bergantung, puluhan ada sehari,” tuturnya.

Semakin sore, Pasar Tanah Abang belum ada tanda-tanda sepi pengunjung. Para penjual kain batik juga tak terlihat lelah menawarkan dagangannya.