Genjot Infrastruktur Digital, MettaDC Siapkan Lahan 2 Hektar di IKN Nusantara
·waktu baca 3 menit

PT MettaDC Teknologi Indonesia telah menyiapkan lahan sekitar 2 hektar di Ibu Kota Negara (IKN) baru untuk membangun data center. Hal ini dilakukan MettaDC lantaran progres pembangunan di sana terus mengalami kemajuan.
Presiden Direktur MettaDC, Sukoco Halim, mengatakan data center di Indonesia semakin meluas dan berkembang. Sejalan dengan pengguna internet di Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan di setiap tahunnya. Melansir dari hasil survei APJII, pengguna internet mengalami kenaikan dari 175 juta menjadi 210,03. Terhitung pada periode 2021-2022.
"Mumpung harga tanahnya belum naik. Jadi kita akan menyiapkan dan memfinalkan untuk bagian roadmap MettaDC di IKN," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/2).
Sukoco memastikan pihaknya terus berkomitmen dalam mengembangkan infrastruktur digital yang semakin tangguh, di tengah pesatnya pembangunan fasilitas data center. "MettaDC berharap kerja sama dengan APJII akan meningkatkan dukungan untuk fasilitas internet di Indonesia, sehingga menjadi lebih kuat," ungkap dia.
Pihaknya mengedepankan reputasi yang berfokus pada kualitas. Tujuannya agar anggota APJII dapat merasakan layanan IIX dari Node MettaIX dengan stabil.
"Di tahun 2022 pengguna internet semakin meluas di Indonesia, berdasarkan hal demikian di tahun 2023 merupakan sasaran tepat untuk dapat berkolaborasi dengan APJII dalam mewujudkan fasilitas infrastruktur Internet yang memadai," ungkapnya.
Melalui data center yang terkoneksi pada aplikasi digital, sambung dia, Indonesia berpotensi menjadi pasar baru untuk teknologi maju. Apalagi jika disokong dengan internet yang memadai untuk mendukung kemajuan bisnis di Indonesia.
"MettaDC siap memberikan paket khusus untuk anggota APJII 100Gbps konektivitas tanpa batas dari Cyber ke MettaDC ID01," tutup Sukoco.
Di kesempatan sama, Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengaku Indonesia telah menjadi negara dengan revenue data center terbesar di Asia Tenggara.
"Menurut data terakhir, Indonesia diperkirakan memiliki pendapatan sebesar 2,84 miliar dolar AS di pasar data center pada tahun 2022, dan diproyeksikan akan mencapai USD 3,01 miliar pada 2023," tutur Arif.
Konektivitas dan data center menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam transformasi digital. Juga, merupakan infrastruktur utama yang menunjang perluasan digitalisasi.
"APJII sangat berharap kerja sama dan kolaborasi dengan Metta DC dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, yang semakin membutuhkan keandalan konektivitas dan layanan aplikasi," beber dia.
Menurut Arif, sektor telekomunikasi Indonesia saat ini terus berkembang. Pendapatan di pasar Layanan telekomunikasi diproyeksikan mencapai USD 16,72 miliar pada tahun 2023 dengan segmen pasar terbesar adalah data seluler.
"Yaitu dengan proyeksi volume pasar sebesar USD 9,08 miliar pada tahun 2023. Karenanya, ekonomi digital Indonesia akan meningkat bila revenue dari telekomunikasi dan data center-nya maju," kata Arif.
