Bisnis
·
9 September 2020 12:50

Genjot Investasi, Sri Mulyani Siapkan Dana Fasilitas Penanaman Modal Rp 203 M

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Genjot Investasi, Sri Mulyani Siapkan Dana Fasilitas Penanaman Modal Rp 203 M (1376)
com-Sri Mulyani Foto: dok. kemdikbud.go.id
Menteri Keuangan Sri Mulyani menganggarkan dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 796,3 triliun dalam RAPBN 2021. Angka ini naik 4,2 persen dari tahun ini Rp 763,9 triliun.
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan, ada sejumlah program prioritas pemerintah dalam TKDD. Di antaranya perlindungan sosial, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, hingga dukungan digitalisasi pendidikan.
Selain itu, ada juga program lainnya berupa dana fasilitas penanaman modal. Hal ini karena pemerintah ingin fokus meningkatkan investasi demi mendorong pemulihan ekonomi di tahun mendatang.
Dana fasilitas penanaman modal itu dialokasikan Rp 203,8 miliar dalam RAPBN 2021. Anggaran ini untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pengawasan pada 10.382 proyek, serta pelaksanaan 4.106 bimbingan teknis atau sosialisasi bagi 111 ribu peserta.
“Dana Fasilitasi Penanaman Modal karena investasi menjadi kunci utama pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan kita ke depan,” ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Rabu (9/9).
Genjot Investasi, Sri Mulyani Siapkan Dana Fasilitas Penanaman Modal Rp 203 M (1377)
Ilustrasi Uang Rupiah Foto: Thinkstock
Ada juga beberapa program baru dalam TKDD tersebut, yaitu beberapa program yang masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik. Salah satunya dana pelayanan perlindungan perempuan dan anak, yang dianggarkan sebesar Rp 101,7 miliar di 2021.
ADVERTISEMENT
“Kita juga menambahkan DAK nonfisik jenis baru, yaitu dalam bentuk dana pelayanan perlindungan perempuan dan anak. Ini karena dari kementerian perempuan merasa, bahwa banyak hal yang programnya sangat dibutuhkan oleh daerah,” jelasnya.
Kemudian ada dana pelayanan ketahanan pangan dan pertanian, yang dianggarkan Rp 204,1 miliar di RAPBN 2021. Dana ketahanan pangan ini juga juga untuk mendukung kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok masyarakat yang melakukan program pekarangan pangan lestari.
“Pertanian dan ketahanan pangan adalah salah satu faktor utama dan tantangan ke depan diperkirakan akan makin meningkat,” kata Sri Mulyani.