Kumparan Logo

Gibran Tegur Gojek, Minta Ongkir Jangan Kemahalan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.  Foto: Mohammad Ayudha-ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Foto: Mohammad Ayudha-ANTARA FOTO

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengaku menegur Gojek baru-baru ini. Ia meminta Gojek menurunkan ongkos kirim (ongkir) agar UMKM terbantu, terutama yang bergerak di bidang usaha makanan dan minuman.

"Kemarin saya tegur itu Gojek, delivery fee-nya jangan kemahalan. Kalau kemahalan lama-lama mematikan UMKM kita terutama yang F&B (food and beverage). Kemarin saya tekan seperti itu. Kita mau bekerja sama tapi jangan memberatkan kita," kata Gibran dalam Seminar Nasional bertajuk Tantangan Milenial Merebut Peluang Akses Pembiayaan Dalam Ekosistem UMKM dan Ekonomi Hijau yang disiarkan secara virtual, Selasa (28/12).

Gojek. Foto: Dok. Gojek dan Tokopedia

Gibran juga mengatakan, Pemerintah Kota Solo tak takut ditinggal Gojek. Pihaknya mengaku bisa saja membuat aplikasi serupa. Ia ingin kolaborasi Pemkot Solo dengan Gojek berdampak positif untuk UMKM.

"Pemkot Solo ini punya kekuatan untuk membuat aplikasi serupa sendiri. Jadi saya enggak takut ditinggal mereka, tapi tidak menutup kemungkinan kolaborasi dengan mereka," ujarnya.

Gibran: Saya Enggak Ingin Ada Batik hingga Sajadah Impor dari China

Gibran memastikan kolaborasi yang dilakukan Pemkot Surakarta dengan perusahaan e-commerce memihak pada ekonomi rakyat, ia mengatakan ada kesepakatan yang harus disetujui oleh pihak perusahaan.

"Ketika MoU (menjalin nota kesepahaman) dengan e-commerce ada satu hal yang harus mereka lakukan, yaitu saya enggak ingin ketika sudah MoU, nanti ada batik dari China, sajadah dari China, tasbih dari China atau barang-barang impor yang harganya lebih murah," katanya.

Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meresmikan pembukaan kantor Shopee di Solo. Foto: Shopee

Di sisi lain, ia juga berharap agar pelaku usaha di Kota Solo dalam hal ini UMKM tidak hanya jadi reseller atau penjual, tetapi sebagai produsen.

Sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha, tambah Gibran, pihaknya juga sudah membuka wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan diri.

"Dulu saat masih kampanye (Pilkada Surakarta), banyak ibu yang mengeluh agar Solo perlu ditambah creative hub-nya (wadah kreativitas). Sekarang sudah ada banyak, minggu lalu saya dengan pak Gubernur juga baru saja meresmikan Hetero Space. Sekarang semua bank di Solo juga sudah menyediakan itu dengan fasilitas menarik, bagi yang sudah bankable dapat modal (akses permodalan) dengan bunga menarik," tutupnya.

Tanggapan Gojek soal Tarif Ongkir

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, menyampaikan tanggapan terkait tarif seperti dinyatakan Gibran. Berikut pernyataan selengkapnya:

Sebagai mitra pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pemulihan dan pemerataan ekonomi, terutama di masa pandemi, Gojek memiliki komitmen kuat untuk memajukan usaha lokal, termasuk para merchant, yang 99%-nya adalah UMKM dan para mitra driver kami.

Kami memiliki Delivery Fee (ongkos kirim/ongkir) yang kompetitif, memberikan manfaat tidak hanya kepada konsumen dengan ongkir terjangkau, tetapi juga mampu memberikan peluang peningkatan order bagi mitra driver dan mitra UMKM, terutama untuk pemesanan kuliner dalam jarak dekat. Prioritas kami adalah untuk dapat memberikan manfaat terbaik bagi seluruh pihak di seluruh ekosistem Gojek di seluruh daerah kami beroperasi.

Gojek selalu terbuka dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung kemajuan UMKM di daerah setempat termasuk perkembangan startup lokal. Kami juga senantiasa taat, berkoordinasi, dan bekerjasama dengan instansi pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.