kumparan
10 Sep 2018 17:20 WIB

Gigih Prakoso Dinilai Bisa Percepat Sinergi PGN di Holding Migas

Gigih Prakoso. (Foto: Dok. Pertamina)
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menetapkan Gigih Prakoso sebagai Direktur Utama perusahaan. Gigih menggantikan posisi Jobi Triananda Hasjim.
ADVERTISEMENT
Pemilihan Gigih menjadi Dirut PGN dinilai cocok karena dia merupakan orang lama di PGN dan pernah bekerja di Pertamina. Selain itu, Gigih juga menjadi steering commite percepatan hoding migas.
“Bukan orang baru, sudah pernah ke PGN kembali ke Pertamina, ikut ke dalam SC, integrasi PGN, Pertamina, dan Pertagas. Semua perencanan beliau ikut. Jadi rasanya apa yang direncanakan perlu diakselerasi untuk bisa membawa manfaat,” kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo dalam konferensi pers RUPSLB PGN, Jakarta, Senin (10/9).
Karena pengalaman Gigih itu, Dilo menilai proyek ke depannya masih tetap sama. Yaitu integrasi infrastruktur pipa gas, bukan hanya untuk industri tapi juga rumah tangga.
Menurut Dilo, sinergi yang dilakukan saat ini adalah perbaikan industri gas nasional. Untuk pipanisasi, misalnya, pihaknya merancang intergrasi pipa Pertagas dan PGN. Danny bilang ada beberapa titik poin yang akan dibuatkan infrastrukturnya.
ADVERTISEMENT
SPBG PGN (Foto: bumn.go.id)
“Kemudian kami juga akan melakukan intergasi bagiamana kita kelola gas ini dan nominasi volumenya. Ini bukan hal baru buat Pak Gigih, jadi dia tau hal apa saja yang dibicarakan,” kata Danny.
Sementara itu, Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan, salah satu prioritas dalam integrasi ini adalah segmen rumah tangga. Setiap tahun ada 100 ribu rumah tangga yang ditambah pipanya.
“Di RUPSLB tadi dilaporkan ada pasar baru yang membutuhkan. Ini kami akan lakukan lebih agresif. Selain infrastruktur, tata kelola niaga jag jadi lebih tertib. Jadi bagaimana gas bumi ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya, suistainbility dari hulu ke hilir," katanya.
Komisaris Utama PGN, IGN Wiratmaja Puja, mengatakan, keputusan terpilihanya Gigih Prakoso merupakan kewenangan dari pemegang saham seri A dwi warna. Saham ini dimiliki oleh Kementerian BUMN.
ADVERTISEMENT
“Pertimbangannya ada di Kementerian BUMN sebagai pemegang saham seri A dwi warna,” kita Wiratmaja.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan