Kumparan Logo

Gitar dan Audio Mixer Soegi Bornean Rusak di Bagasi Batik Air, Maskapai Selidiki

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penumpang asal penerbangan Jakarta antre untuk mengambil barang bagasi di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah.  Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang asal penerbangan Jakarta antre untuk mengambil barang bagasi di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Foto: Aji Styawan/ANTARA FOTO

Vokalis Soegi Bornean, Fanny Soegi, mengeluhkan gitar dan audio mixer miliknya rusak di bagasi saat dalam penerbangan menggunakan maskapai Batik Air. Hal itu dia ungkapkan melalui akun media sosial X @fannysoegi.

"RIP Taylor 314, mau bilang 'sudah nggak heran', tapi ya kesel juga ya @lionairgroup. Sudah diwrap & diberi sticker 'fragile', tapi sepertinya kebiasaan banting-membanting dengan keras lebih menyenangkan. Mau sampai kapan bikin ketar-ketir?," tulisnya dikutip Jumat (22/9).

Dalam unggahannya, dia menyebut harga gitarnya yang rusak mencapai Rp 34,5 juta. Dia juga mengunggah kotak pelindung audi mixer yang terlepas. ""Sebenarnya sudah curiga, box mixer aja sampe kebuka gini. @lionairgroup @batikair mbok ya o buat program memberi rasa aman nyaman musisi," cuitnya lagi.

Merespons keluhan itu, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

instagram embed

Dia juga menegaskan langkah-langkah perbaikan akan diimplementasikan secara tepat guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada tamu. Pihaknya juga menghargai masukan dan kritikan dari penumpang untuk membantu Maskapai terus berkembang lebih baik.

"Proses penggantian terkait bagasi akan dilakukan mengikuti (menurut) regulasi penerbangan yang berlaku,"

-Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air (Lion Air Group)-

Danang menjelaskan, gitar milik pelantun lagu Asmalibrasi itu diterima pada penerbangan Senin, 18 September 2023, dari Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS) transit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) menuju tujuan akhir Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (SRG).

Ilustrasi pesawat Batik Air. Foto: Batik Air

Meski demikian, dia mengaku layanan penanganan bagasi (Lost and Found) Batik Air tidak menerima laporan bentuk ketidaknyamanan yang disampaikan oleh tamu dimaksud saat di bandar udara kedatangan akhir. Karenanya maskapai penerbangan ini sedang melakukan penyelidikan atas peristiwa ini.

"Batik Air sedang berupaya dengan sungguh-sungguh bersama seluruh pihak terkait untuk mengumpulkan data dan informasi termasuk rekaman CCTV secara cermat terkait informasi yang disampaikan, mulai dari bandar udara keberangkatan hingga bandar udara tujuan akhir," kata Danang.

"Upaya ini dilakukan agar dapat lebih memahami bentuk ketidaknyamanan yang dihadapi oleh tamu dimaksud," lanjutnya.

Menurutnya, Batik Air akan mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan rekomendasi atau referensi yang akan diperoleh dari hasil penyelidikan.