Kumparan Logo

Golkar Minta Pemerintah Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi di 2019

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Partai Golkar meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengatur postur anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Usulan ini disampaikan karena adanya defisit anggaran sebesar Rp 297,2 triliun dalam RAPBN 2019.

Ketua Umum Golkar Airlanggar Hartarto mengatakan pemerintah dan DPR harus memprioritaskan optimalisasi anggaran dengan mengurangi hutang dan meningkatkan cadangan fiskal sebagai bantalan untuk mengantisipasi ketidakpastian perekonomian dunia.

“Kami juga menegaskan bahwa optimalisasi diprioritaskan kepada cadangan fiskal dan itu diserahkan kepada pemerintah agar kita punya cadangan yang cukup untuk menghadapi cuaca hujan atau rainy days of economy. Indonesia siap menghadapi nanti,” ujar Airlangga di Ruangan Fraksi Golkar DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (20/9).

Dengan peningkatan cadangan fiskal ini, diharapkan membuat Indonesia lebih bersiap di tengah krisis ekonomi yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global.

Airlangga Hatarto dalam penutupan Workshop dan BimTek Partai Golkar di Bidakara, Sabtu (15/9/2018). (Foto: Reki Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Airlangga Hatarto dalam penutupan Workshop dan BimTek Partai Golkar di Bidakara, Sabtu (15/9/2018). (Foto: Reki Febrian/kumparan)

Airlangga menyebutkan bahwa perang dagang antara China dan Amerika juga krisis keuangan di Turki dan Argentina adalah bukti bahwa Indonesia harus bersiap dengan ketidakpastian ekonomi di tahun mendatang.

“Walaupun secara fundamental Indonesia perekonomiannya kuat tapi kita perlu berhati-hati. Kita perlu menyikapi dari ketidakpastian perekonomian secara global,” ujar Airlangga.

Bagi Golkar, rekomendasi ini dinilai langkah yang tepat untuk meningkatkan ketahanan postur anggaran di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global.

“Itu beberapa kali dilakukan. Ini jadi salah satu solusi, agar kalau ini pesawat itu meluncurnya sangat bagus tidak kena turbulen, kalau bicara ekonomi kita ekonomi kita kuat,” ujar Airlangga.