Kumparan Logo

Google Rilis Laporan Terbaru: Pandemi Mengubah Tren Perilaku Konsumen Indonesia

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mesin pencari Google. Foto: Pexels via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mesin pencari Google. Foto: Pexels via Pixabay

Perusahaan teknologi raksasa, Google, baru saja merilis laporan terbaru bertajuk Year in Search 2010: Melihat ke Belakang Untuk Memajukan Bisnis Anda. Dalam laporan tersebut terlihat adanya perubahan perilaku konsumen di Indonesia yang menginginkan brand lebih memahami perubahan kebutuhan hidup mereka selama pandemi.

Dalam laporan ini dibahas lima tema utama yang memengaruhi lanskap konsumen dan disertai pembahasan mendalam mengenai tujuh vertikal industri utama.

"Tahun 2020 penuh dengan tantangan dan ketidakpastian bagi kita semua. Laporan ini memberikan insight mengenai tren yang tidak kami lihat dua tahun lalu ketika mulai menerbitkan laporan Year in Search untuk Brand," kata Muriel Makarim, Head of Large Customer Marketing di Google Indonesia dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/2).

Muriel menjelaskan laporan ini dibuat didasarkan pada data Google Trends. eConomy 2020 dan Think With Google.

Laporan ini juga memperlihatkan sejumlah tren umum yang muncul sejak November 2019 hingga Oktober 2020 seperti orang Indonesia ingin meningkatkan kualitas hidupnya, lebih memprioritaskan kesehatan mental, dan mulai menggunakan internet untuk mengedukasi diri terkait sejumlah isu. Penelusuran “kesehatan mental” naik 70 persen dan “self-care” naik 45 persen.

Kemudian diketahui juga orang Indonesia mencari berbagai macam cara untuk lebih bisa membantu masyarakat di sekitarnya dan juga lingkungan. Hal ini diikuti dengan kenaikan jumlah penelusuran kata “menyumbangkan” sebesar 150 persen.

"Pandemi telah mengaburkan garis pembatas kehidupan di kantor dan di rumah dan membuat orang Indonesia harus bekerja sekaligus berperan sebagai orang tua di rumah, penelusuran terkait “kegiatan anak di rumah” naik 330 persen dan “e-learning” naik 180 persen," ujar Muriel.

Dengan keterbatasan pilihan hiburan dan rekreasi, orang Indonesia juga mencari cara lain untuk relaksasi, terlihat dari naiknya penelusuran untuk “tanaman rumah” sebesar 120 persen dan “hewan peliharaan” juga ikut naik 95 persen.

Ilustrasi Google. Foto: REUTERS/Aly Song/File Photo

Selain itu pandemi juga mengingatkan orang Indonesia untuk mempersiapkan masa depan, yang terlihat dari kenaikan penelusuran “daftar usaha” sebesar 200 persen dan “digital marketing” yang juga naik 35 persen.

“Semua perubahan ini membuat konsumen beralih ke platform digital untuk menemukan jawaban dan informasi, guna membantu mereka melewati situasi yang baru pertama kali terjadi ini,” ujarnya.

Untuk itu. Muriel menyarankan pada brand dan pemasar untuk mempelajari dan memahami insight terkait perilaku konsumen saat mereka merencanakan strategi dan campaign perusahaan.

"Kami harap, laporan terbaru ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh banyak brand di Indonesia untuk membangun kembali bisnis mereka di tahun 2021," ujarnya.

Selain itu, laporan ini juga menunjukkan bahwa sejumlah sektor utama ikut mengalami perubahan khususnya selama periode satu tahun yang sama dari November 2019-Oktober 2020.

Pertama, kategori Perawatan Kecantikan dan Tubuh. Seiring adaptasi rutinitas kecantikan di masa new normal, hal yang dicari pengguna di internet juga ikut berkembang. Penelusuran “cara mewarnai rambut sendiri” naik 95 persen dan “cara menghilangkan gigi hitam” naik 30 persen.

Kedua, soal keuangan. Laporan Google menunjukkan banyak orang Indonesia yang meningkatkan pengetahuannya di bidang keuangan untuk mempersiapkan masa depan. Penelusuran terkait “reksadana” naik 210 persen, “tips menabung” naik 140 persen, “dana darurat” naik 140 persen dan “beli emas online” naik 85 persen.

Ilustrasi platform Google. Foto: Dado Ruvic/Reuters

Begitu juga untuk kategori Makanan dan Minuman. Pandemi telah membuat konsumen untuk tetap di rumah saja dan memesan makanan atau minuman dari rumah. Penelusuran “pesan antar” naik 35 persen.

Sementara di kategori Media dan Hiburan diketahui makin banyak konsumen yang beralih ke internet untuk mencari informasi dan hiburan. Penelusuran “gaming” naik 210 persen, “olahraga” naik 200 persen, dan ”musik” naik 240 persen.

Orang Indonesia juga menghindari pergi ke supermarket dan lebih memilih belanja online. Penelusuran untuk “produk segar” naik 90 persen, “deterjen” naik 26 persen, dan “ergonomis” naik 155 persen.

Orang-orang pun semakin mengandalkan teknologi untuk menangani berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Penelusuran untuk “robot vacuum” naik 80 persen, “webcam” naik 40 persen dan “air purifier” naik 45 persen.

Uniknya, para wisatawan hanya bepergian ke tempat wisata yang dekat dari rumah, tapi juga tetap menginginkan pengalaman baru. Diketahui penelusuran “tiket wahana terdekat” naik 90 persen. Di sisi lain, proses pembelian dan perawatan kendaraan bermotor juga beralih ke online dilihat dari penelusuran “motor bekas” naik 11 persen dan “perpanjang SIM” naik 25 persen.