Kumparan Logo

GoTo Dapat Dana Jumbo Rp 2,3 T Lewat Private Placement & Penerbitan Obligasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO GOTO, Patrick S. Walujo. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
CEO GOTO, Patrick S. Walujo. Foto: Dok. Istimewa

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana untuk memperoleh pendanaan senilai USD 150 juta atau setara Rp 2,3 triliun (asumsi kurs Rp Rp15.341,16 per dolar AS). Salah satunya dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement 17,04 miliar saham.

Direktur GOTO, Pablo Malay mengatakan, untuk mendapatkan dana tersebut perusahaan setidaknya menempuh 2 cara. Pertama adalah GOTO akan menerbitkan saham baru sebanyak 17,04 miliar lembar saham seri A dengan harga Rp 90 per unitnya.

Melalui skema tersebut, Perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp 1,53 triliun atau setara USD 100 juta. Di mana, pihak yang akan ambil bagian tersebut adalah Bhinneka Holdings Limited, suatu entitas independen yang didirikan berdasarkan hukum Cayman Islands.

Bhinneka Holdings memperoleh dana untuk melakukan pengambilbagian atas saham baru Perseroan melalui penerbitan suatu instrumen obligasi bersifat ekuitas kepada International Finance Corporation dan WAF Investments Cayman LLC, entitas yang dimiliki oleh Franke & Company, sejumlah USD 150 juta yang dapat ditukarkan menjadi saham Perseroan yang dimiliki oleh Bhinneka Holdings.

“Dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMTHMETD akan digunakan oleh Perseroan untuk pelunasan melalui konversi atas utang Perseroan di masa yang akan datang dan untuk mendukung kebutuhan modal kerja,” tulis Pablo dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (3/10).

Terbitkan Surat Utang

Bersamaan dengan Private Placement, GoTo International Finance (GTIF), anak perusahaan luar negeri GOTO, menerbitkan surat utang berdasarkan Notes Subscription Agreement tanggal 2 Oktober 2023.

Di mana surat utang tersebut yang ditandatangani oleh dan antara GTIF sebagai penerbit, Perseroan sebagai pemberi jaminan, Bhinneka Holdings sebagai pengambil bagian, dan Citibank, N.A., Cabang Hong Kong sebagai kustodian.

Layanan Gojek dan Tokopedia (GoTo). Foto: Gojek

Dari transaksi tersebut, GTIF akan menerima dana bersih sebesar USD 50 juta yang dapat digunakan untuk modal kerja atau pun kebutuhan lainnya.

“Saham GOTO pada GTIF dan jaminan perusahaan dan selanjutnya GTIF juga memiliki kesepakatan cash settled call option dengan Bhinneka Holdings,” tambah Pablo.

Adapun informasi ini bukan merupakan suatu penawaran untuk menjual atau ajakan penawaran untuk membeli efek apa pun yang dijelaskan pada informasi ini.

“Saham baru yang dikeluarkan oleh Perseroan dan surat utang yang diterbitkan GTIF kepada Bhinneka Holdings sebagaimana dijelaskan pada informasi ini belum terdaftar berdasarkan Securities Act of 1933, sebagaimana telah diubah, dan tidak dapat ditawarkan atau dijual di Amerika Serikat tanpa pendaftaran atau pengecualian yang berlaku dari persyaratan pendaftaran,” kata Pablo.

embed from external kumparan