Kumparan Logo

GoTo Pastikan Pendiri Jual Saham Bukan karena TikTok akan Gabung Buat E-commerce

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membantah penjualan saham yang dilakukan pendiri perseroan yakni Andre Soelistyo, William Tanuwidjaja, dan Kevin Aluwi berhubungan dengan kabar aksi pengambilan saham dengan Byte Dance Ltd selaku induk perusahaan TikTok.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan GOTO R A Koesoemohadiani. Saat ini GoTo, Tokopedia dan TikTok masih berdiskusi terkait peluang dilakukannya kemitraan dalam bisnis e-commerce di Indonesia di antara para pihak.

“Rencana penjualan saham milik pendiri sebagaimana telah disampaikan pada surat No. 172/GOTO/CS/JKT/X/2023 tanggal 19 Oktober 2023 adalah merupakan keputusan pribadi masing-masing pendiri yang tidak terkait dengan perseroan maupun dengan diskusi yang saat ini sedang berlangsung antara perseroan, PT Tokopedia dan TikTok,” kata Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (8/12).

Koesoemohadiani menekankan tidak ada rencana pengambilalihan saham GOTO oleh ByteDance Ltd ataupun TikTok. GoTo tidak berencana untuk menjual atau menerbitkan saham kepada ByteDance Ltd ataupun TikTok.

“Perseroan juga ingin memberikan klarifikasi bahwa tidak ada rencana pengambilalihan atas 50 persen saham GOTO ataupun penjualan saham GOTO oleh perseroan kepada pihak manapun,” lanjutnya.

Logo GoTo. Foto: Aditya Panji/kumparan

Hingga saat ini, belum ada keputusan atau kesepakatan final yang dicapai oleh para pihak terkait pendirian e-commerce dan diskusi masih terus berlangsung. GoTo meminta semua pihak agar tidak bergantung pada informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh perseroan.

GoTo akan senantiasa mematuhi seluruh peraturan terkait yang berlaku termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015. Mengutip Bloomberg, Bytedance Ltd telah mencapai kesepakatan untuk berinvestasi dengan Tokopedia guna membuka e-commerce di Indonesia.

Rincian kesepakatan kerja sama itu akan diumumkan perseroan pada minggu depan.

"Meski kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan informal, rincian akhir dari aliansi tersebut sedang diselesaikan dan dapat berubah sebelum diumumkan. Perjanjian tersebut juga masih harus menunggu persetujuan peraturan dan masih bisa gagal, tambah mereka," sebut salah satu sumber Bloomberg, dikutip Selasa (5/12).

Bloomberg juga mengatakan melaporkan bulan lalu bahwa TikTok dan GoTo sedang mendiskusikan potensi investasi tetapi opsi lainnya adalah usaha patungan. Hal tersebut memungkinkan pembangunan platform e-commerce baru.