Kumparan Logo

Gubernur BI Bidik 45 Juta Pengguna QRIS Tahun 2023

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/11/2022). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/11/2022). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Gubernur BI Perry Warjiyo menargetkan penambahan signifikan pengguna layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS tahun depan.

Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Salah satu kerja sama berupa penyediaan infrastruktur fiber optik untuk mempermudah digitalisasi.

Perry menyampaikan, QRIS saat ini sudah bisa digunakan buat pembelanjaan, kemudian di masjid, hingga pasar tradisional. Dia menyebut telah ada 30 juta pengguna QRIS sampai saat ini.

"Tahun depan, 45 juta (pengguna) QR Indonesian Standard (QRIS). dan akan kita sambungkan secara multilateral. Sekarang sudah tersambungkan QRIS Indonesia dengan Thailand, piloting dengan Malaysia, tahun depan dengan Singapura dan Filipina," ujar Perry dalam Rakornas Percepatan dan Perluasan Digital Daerah 2022 di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (6/12).

Layanan transaksi nontunai QRIS Bank Mandiri. Foto: Bank Mandiri

Perry mengatakan, masyarakat Indonesia bisa langsung menggunakan QRIS ketika berkunjung ke Thailand. Kemudian, Implementasi QRIS di Malaysia akan dilakukan tiga bulan lagi.

"Orang Thailand ke Bali, ke Jogja, mereka bisa membayar dengan QR Thailand, diterima di Indonesia, langsung bayar. ke Malaysia dalam tiga bulan akan implementasi penuh, Singapura seperti itu," lanjutnya.

Dengan adanya QRIS, lanjut Perry, maka masyarakat tidak perlu ke money changer dan menukar ke nilai tukar Rupiah. Penggunaan QRIS ini berimbas ke ekonomi rakyat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersama pemimpin daerah di Rakornas Percepatan dan Perluasan Digital Daerah di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (6/12/2022). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

"Ekonomi daerah, retribusi daerah, penerimaan asli daerah. Ekonomi daerah maju, rakyatnya senang. Itu yang ingin kita lakukan," kata Perry.

Perry menambahkan, Bank Indonesia juga meluncurkan BI Fast Payment dapat digunakan untuk pembayaran selama 24 jam per 7 hari alias tanpa henti. Biayanya murah, dengan maksimum Rp 2.500 per transaksi.

"Dan lebih dasyatnya lagi, dengan fast payment BI. Kalau pembeli bayar, penjualnya UMKM langsung bisa terima. Uang dari cash flow UMKM bisa cepat melalui BI Fast Payment," imbuh Perry.

Perry menegaskan, 87 persen perbankan telah memberlakukan BI Fast Payment. Dia mengungkapkan penggunaan BI Fast Payment semakin luas, dengan salah satu pelaku menggunakan BI Fast Payment mencapai Rp 1 juta per transaksi setiap hari.