Kumparan Logo

Gubernur BI Prediksi Transaksi Uang Elektronik Capai Rp 495 T di 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Transaksi QRIS. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Transaksi QRIS. Foto: Dok. BRI

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memprediksi transaksi uang elektronik di Indonesia bisa melesat hingga Rp 495 triliun di tahun 2023.

BI mencatat nilai transaksi uang elektronik sepanjang 2022 tembus di angka Rp 399,6 triliun atau tumbuh 30,84 persen secara tahunan (year on year/yoy), sehingga proyeksi transaksi uang elektronik di tahun ini meningkat 23,90 persen (yoy).

"Uang elektronik di tahun ini kita perkirakan tumbuh lebih cepat lagi bisa mencapai Rp 495 triliun," kata Perry saat pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2023, Senin (8/5).

Sementara itu, Perry juga memprediksi pertumbuhan transaksi e-commerce atau perdagangan elektronik di Tanah Air dapat meningkat menjadi Rp 533 triliun, serta layanan perbankan digital juga diprediksi melesat hingga Rp 64.000 triliun baik transfer maupun transaksi lainnya.

"Di sini wujud nyata komitmen BI sejak tahun 2019, BI berkomitmen menjadikan digitalisasi sistem pembayaran menjadi episentrum ekonomi keuangan digital Indonesia," tegas dia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/11/2022). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Selain itu, dia juga memprediksi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia bisa semakin tumbuh mencapai 45 juta pengguna, di mana 89-90 persen pengguna adalah UMKM termasuk di pasar tradisional.

Selain di dalam negeri, lanjut Perry, penerapan QRIS juga dilakukan antar negara. Dia berharap konektivitas pembayaran digital bisa terjadi antar Indonesia dan seluruh negara ASEAN, dimulai dengan Thailand sejak Agustus 2022, dan hari ini dengan Malaysia.

"Setelah dengan Thailand, hari ini Indonesia dan Malaysia. InsyaAllah akan kita kembangkan Indonesia Singapura dan Indonesia Filipina, dan akan terus kita kembangkan dengan seluruh ASEAN," ujarnya.

Tidak hanya QRIS, Perry juga mendorong persatuan sistem pembayaran digital di Indonesia dilakukan melalui Standar Nasional Open API (SNAP) yang dikonsolidasikan dengan seluruh industri pembayaran, baik perbankan, perusahaan jasa pembayaran, maupun marketplace dan e-commerce.