Gubernur BI Sebut Cari SDM Berbasis STEM Makin Sulit: Gap Talenta Kian Lebar

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan minat generasi muda terhadap bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) cenderung menurun. Kondisi ini menjadi perhatian, mengingat kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan tersebut terus meningkat.
"Jadi banyak sekali orang-orang se anak-anak sekarang memang lebih memilih bidang-bidang yang mungkin tidak lagi ada matematikanya, tidak ada lagi fisikanya. Padahal justru kemajuan science-technology itu backbone-nya adalah basic science, hard science, hard engineering," kata Brian dalam rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 di Senayan, Jakarta, Jumat (25/9).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai menurunnya minat terhadap bidang STEM dapat memperlebar kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
"Dengan minat yang relatif makin berkurang untuk masuk ke ilmu STEM itu tentunya akan makin memperlebar gap kesenjangan sekarang ini yang terjadi antara demand untuk tenaga kerja yang mempunyai talenta teknologi tinggi dengan suplainya," kata Destry.
Destry mencontohkan, kondisi ini juga tercermin dalam proses rekrutmen pegawai di BI. Dari sekitar 150-160 ribu pendaftar program Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM), mayoritas pelamar justru berasal dari latar belakang ekonomi, manajemen, dan ilmu-ilmu sosial, sementara jumlah pelamar dengan latar belakang teknologi masih sangat terbatas.
Padahal, kebutuhan BI terhadap sumber daya manusia (SDM) dengan kemampuan teknologi tergolong cukup besar.
"Nah ini menjadi tentunya tantangan kita semua. Bagaimana kebutuhan industri kita ke depan yang sangat tinggi untuk teknologi. Itu bisa diimbangi dengan ketersediaan talenta digital," ujarnya.
Karena itu, Destry menilai perlu ada penyesuaian antara struktur pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di masa depan. Selain mengandalkan latar belakang pendidikan formal, ia juga menyinggung pentingnya pengembangan kemampuan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan teknologi di industri.
Lebih lanjut, Destry menekankan pengembangan talenta menjadi semakin krusial seiring pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan anak muda juga perlu diarahkan agar tidak berhenti sebagai konsep semata, melainkan dapat menjadi produk yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.
