Gufron Syarif: Bisnis Itu Kayak Naik Sepeda

28 Oktober 2022 16:42
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
CEO & Co-Founder Haus! Gufron Syarif. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO & Co-Founder Haus! Gufron Syarif. Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Gufron Syarif menganalogikan berbisnis tak ubahnya seperti belajar naik sepeda. Analogi tersebut disampaikan CEO & Co-Founder Haus! itu dalam sesi kelas rangkaian acara Festival UMKM kumparan 2022.
ADVERTISEMENT
Saat ingin belajar mengendarai sepeda, kata Gufron Syarif, kita mungkin merasa akan mudah seperti apa yang tampak dalam buku panduan atau video.
"Bisnis itu kayak naik sepeda, kita bisa belajar tata cara naik sepeda di buku ya, let say panduan naik sepeda. Bisa pelajari tonton Youtube," ujarnya.
"begitu naik sepeda, langsung bisa jalan? Enggak. 99 persen orang belajar sepeda jatuh bangun sampai korengan waktu kecil," sambungnya.
Gufron melanjutkan, mencoba berbisnis juga tak jauh berbeda seperti mengayuh sepeda. Sebisa mungkin, katanya, hindari untuk langsung mencoba mengayuh kencang alias langsung mengucurkan modal besar.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Seperti naik sepeda, bisnis pun harus dilatih dulu instingnya. Mulai dari dropshipper, jadi reseller, jadi distributor lalu mulai bikin brand sendiri. Jadi step by stepnya," tuturnya.
Festival UMKM kumparan 2022 day 2. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Festival UMKM kumparan 2022 day 2. Foto: kumparan

Kiat Sebelum Memulai Bisnis

Menurut Gufron, hal utama yang perlu dipikirkan sebelum memulai bisnis adalah melakukan riset terhadap pasar. Ini juga ia terapkan kala mulai membangun Haus!.
ADVERTISEMENT
Gufron mengatakan, saat Haus dibangun, minuman boba tengah menjadi salah satu yang digandrungi masyarakat.
"Jadi ketika teman mau milih satu bisnis, pastiin market kategori itu sedang tumbuh. Waktu itu memang sudah ada satu tren yang sudah jadi top of mind," tutur Gufron.
Selanjutnya, bedah lagi peluang rencana bisnis yang ingin digeluti. "Haus! masuk kategori itu untuk segmen middle low. Makanya kita jadi pioner. harus tahu market size, playernya siapa aja. menjadi top of mind satu kategori itu sangat penting," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020