Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Maksimalkan Pasokan Beras dari Jatim-Sulsel

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan pemerintah mengantisipasi dampak El Nino dengan memaksimalkan pasokan beras dari provinsi utama penghasil pangan tersebut.
Beberapa provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
“Hari ini Kemenko Bidang Pangan sedang mengawal penuh 5 provinsi utama produksi beras kita. Karena konsepnya kalau sudah El Nino itu maka kita selamatkan dulu 5 provinsi utama ini yang menyumbang hampir 70 persen produksi pangan nasional,” kata Hanif usai rapat Penanganan Karhutla di Jakarta Barat, Kamis (15/10).
Pengawalan tersebut dilakukan untuk meredam dampak penurunan produksi akibat perubahan kondisi iklim, terutama ketika El Nino berpotensi mempengaruhi kegiatan pertanian.
“Itu kita kawal penuh sehingga kontraksi yang terjadi karena iklim mampu kita agak redam,” ujar Hanif.
Menurut Hanif, upaya menjaga produksi pangan juga perlu didukung dengan peningkatan produktivitas lahan pertanian. Hal itu karena luas lahan yang tersedia untuk produksi padi dan jagung semakin terbatas dan lokasinya tersebar.
“Kita paham betul bahwa area pertanian kita sebenarnya area ini tersisa 7,3 juta hektare untuk padi dan jagung. Tetapi itu angka di peta dan posisinya terpencar-pencar. Sehingga pasti tidak akan mampu kita kemudian mengikuti perkembangan zaman dengan pertumbuhan yang cukup besar,” ungkap Hanif.
