Kumparan Logo

Hadapi El Nino Ekstrem, Pemerintah Mulai Bagikan 10 Kg Beras ke 21,3 Juta KPM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Pemerintah akan membagikan 10 kg beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai 1 September 2023. Hal itu dilakukan sebagai upaya operasi pasar menghadapi el nino ekstrem.

“Perlu saya sampaikan mulai awal September ini akan didistribusikan secepatnya bantuan pangan beras 1 keluarga penerima manfaat dapat 10 kg beras,” kata Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendali Inflasi, Kamis (31/8).

Hal itu akan dilakukan sepanjang 3 bulan yakni, September, Oktober, November 2022. Di mana setiap bulannya pemerintah akan membagikan sekitar 210 ribu ton beras.

“Besar sekali. tolong dicek ini beras mengerucut ke masyarakat, kalo harga masih naik, saya minta Bulog, Bapak Ibu gubernur, bupati wali kota juga bisa menggunakan anggarannya untuk mengintervensi pasar,” tegas Jokowi.

Kepala negara setidaknya memberikan perhatikan lebih untuk urusan beras. Apalagi inflasi untuk harga beras masih tinggi di Juli 2023 yang mencapai 6 persen.

Belum lagi adanya ancaman el nino ekstrem, dan diprediksi bisa berlangsung hingga awal 2024.

“Sehingga perlu saya ingatkan urusan beras dilihat terus. Ini kebutuhan pokok kita, dicek betul,”

Presiden Jokowi

Meski begitu, Jokowi menyebut stok beras di Bulog masih cukup yakni mencapai 1,6 juta ton dari biasanya yang hanya 1,2 juta ton.

“Artinya dari sisi memiliki stok dan dalam perjalanan ada 400 rb. ini dipake untuk mengendalikan harga, dan dengan itulah kita harapkan inflasi kita akan terkendali dengan baik dan pelan-pelan akan turun,” jelas Jokowi.

Adapun pemerintah menargetkan tingkat inflasi bisa mencapai 2,5 plus minus 1 persen di 2024.