Hadapi Perusahaan Surya Paloh, Sonangol Tunjuk Otto Hasibuan Jadi Kuasa Hukum

24 Agustus 2021 18:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Otto Hasibuan. Foto: Edy Sofyan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Otto Hasibuan. Foto: Edy Sofyan/kumparan
ADVERTISEMENT
China Sonangol Real Estate Pte Ltd menggandeng Pengacara Otto Hasibuan sebagai kuasa hukumnya untuk menghadapi kisruh dengan PT Media Property Indonesia (MPI) atau anak usaha Media Group, milik Surya Paloh.
ADVERTISEMENT
Otto dipilih untuk menangani kasus terkait PT China Sonangol Media Investment (CSMI) dalam pembangunan Gedung Indonesia 1. Penunjukan Otto baru dilakukan.
Dia mengatakan dirinya baru dipercaya sebagai kuasa hukum sekitar 2 hari yang lalu oleh CS Real Estate.
"Saya baru saja berhubungan dengan klien (CS Real Estate) ini dan menjadi kuasa yang kami terima baru beberapa hari yang lalu saja. Kalau enggak salah 2 hari lalu," Otto dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/8).
Perusahaan properti milik Surya Paloh, PT Media Property Indonesia, memasang pelang peringatan di lokasi proyek gedung Indonesia 1, terkait sengketa dengan China Sonangol Media Investment.  Foto: Dok. PT MPI
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan properti milik Surya Paloh, PT Media Property Indonesia, memasang pelang peringatan di lokasi proyek gedung Indonesia 1, terkait sengketa dengan China Sonangol Media Investment. Foto: Dok. PT MPI
Dia menjelaskan, posisinya hanya untuk menangani pihak CS Real Estate. Sementara PT CSMI sudah berbeda perusahaan, meski menurutnya CS Real Estate memiliki 99 persen saham PT CSMI.
"Dan yang saya wakili adalah CS Real Estate Ltd," kata dia.
ADVERTISEMENT
CS Real Estate sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di Singapura. Bisnisnya di Indonesia terkait pembangunan Gedung Indonesia 1 dilakukan melalui perusahaan patungan, PT CSMI, bersama dengan PT MPI.
Untuk diketahui, CS Real Estate diadukan PT MPI ke Polda Metro Jaya dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Itu terkait pembagian bisnis yang disebut PT MPI dijanjikan oleh CS Real Estate.
Menurut PT MPI, CS Real Estate menjanjikan 30 persen saham dan 3 lantai Gedung Indonesia 1. Sementara CS Real Estate mengeklaim dalam akta pembangunan pembagian saham PT MPI hanya 1 persen, sisanya 99 persen milik CS Real Estate.