Hadiri IMT-GT ke-28, Menperin Sebut Ada 5 Sektor yang Harus Jadi Perhatian

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle atau IMT-GT ke-28 di Phuket, Thailand. Pertemuan dipimpin Menteri Keuangan Thailand Arkhom Termpittayapaisith.
Sejumlah pejabat penting lainnya hadir, mulai dari Menteri Ekonomi Malaysia Dato' Sri Mustapa bin Mohamed, Wakil Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Ahmed M. Saheed, Sekretariat ASEAN (ASEC) Lim Chze Cheen, dan pejabat senior pemerintah, gubernur dan menteri utama, jaringan universitas, serta sektor swasta dari IMT-GT negara anggota.
Agus mengatakan mereka yang hadir melakukan diskusi yang sangat mendalam dan produktif tentang kemajuan program implementasi dan prioritas Kerja Sama Sub-Daerah IMT-GT serta menetapkan arah kerja sama ke depan untuk mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah.
"Oleh karena itu, Indonesia sepakat untuk mengesahkan IMT-GT Implementation Blueprint 2022-2026 , serta peringatan 30 tahun Kerjasama IMT-GT dan Tahun Kunjungan IMT-GT 2023-2025," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/9).
Agus mengaku senang terhadap pencapaian, pertumbuhan, dan kemajuan pelaksanaan proyek-proyek yang tercakup dalam kerja sama IMT-GT khususnya di sektor prioritas seperti pertanian, pariwisata, produk halal, perdagangan dan investasi, transformasi digital, dan lingkungan.
Secara khusus, dia melihat lima sektor di kawasan subregional yang harus difokuskan bersama. Pertama, ketahanan pangan dan energi di kawasan. Kedua, transformasi teknologi digital, khususnya untuk mendorong UKM digital, literasi digital dan keterampilan digital. Ketiga, konektivitas, terutama memperhatikan biaya tiket pesawat dan logistik selama masa pemulihan, untuk menjamin biaya mobilitas masyarakat yang terjangkau.
"Keempat, Kawasan Ekonomi Khusus, terutama untuk membangun integrasi nilai tambah antar KEK, sebagai bagian dari upaya kami untuk mempertimbangkan kembali aglomerasi di kawasan ini," ujarnya.
Kelima, implementasi Revolusi Industri 4.0, sebagai transformasi di tingkat industri yang berkembang pesat.
Agus juga mengaku senang menyaksikan penandatanganan MoU IMT-GT Rubber Cities dan Kerjasama Industri Karet untuk memperkuat kerja sama di industri karet serta menyambut India sebagai mitra kerja sama IMT-GT yang baru. Menurutnya, saat ini Indonesia terus berupaya merespon dan mengatasi tantangan yang timbul dari pandemi COVID-19, mengingat tantangan dan ketidakpastian masih menghadang kita ke depan.
"Saya ingin menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan dan mitra IMT-GT, termasuk Forum Ketua Menteri dan Gubernur IMT-GT, Dewan Bisnis Bersama IMT-GT, Bank Pembangunan Asia, dan Sekretariat ASEAN," ujarnya.
Kolaborasi yang erat dengan semua pemangku kepentingan, terutama dengan sektor swasta dan universitas, menurut dia, adalah penting untuk mewujudkan proyek-proyek yang tidak membuahkan hasil dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.
Untuk tahun depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah IMT-GT ke-29. Rencananya dilaksanakan pada September 2023.
