Kumparan Logo

Hana Bank Kantongi Laba Bersih Rp 200 M pada Kuartal I 2026, Melesat 23,8 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KEB Hana Bank. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KEB Hana Bank. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) mencatatkan laba bersih capai Rp 200,78 miliar sepanjang kuartal I 2026. Laba tersebut tumbuh 23,84 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dalam periode yang sama.

“Target di 2026, laba bersih kami (Rp) 650 miliar. Dan pencapaian di quarter one itu sudah mencapai Rp 200 miliar,” kata Direktur Branch Business Hana Bank, Hendrik Setiawan, dalam Media Gathering di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/5).

Hendrik melanjutkan, kredit bank tumbuh 3,63 persen secara secara tahunan menjadi Rp 39,67 triliun. Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,78 persen yoy menjadi Rp 30,83 triliun, dengan pertumbuhan terutama ditopang oleh produk deposito.

“Kemudian aset kita tahun ini target kita naiknya Rp 56,65 triliun. Dan pencapaian di quarter one baru mencapai Rp 54,6 triliun,” ucap Hendrik.

Selain itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 0,72 persen dan NPL net 0,27 persen. Angka tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, rasio NPL Hana Bank juga tercatat lebih rendah dibanding rata-rata industri perbankan nasional yang masing-masing berada di level 2,1 persen untuk NPL gross dan 0,8 persen untuk NPL net.

Pada 2025, Hana Bank mencatat kinerja positif dengan laba bersih tumbuh 17,63 persen menjadi Rp 611 miliar. Di sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp 1,80 triliun atau meningkat 0,72 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Dana pihak ketiga juga tumbuh 8,36 persen menjadi Rp 29,18 triliun. Aset kita juga tumbuh 4,49 persen menjadi Rp 52,57 triliun. Overall pencapaian Hana Bank di 2025 ini mencapai semua sektor yang sudah ditargetkan,” ucap Hendrik.

Efesiensi

Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank). Foto: Hana Bank

Kemudian, Hendrik pun membeberkan target jangka panjang perusahaan. Katanya, target difokuskan pada tiga pilar utama, yakni profitabilitas, pertumbuhan berkelanjutan, serta diversifikasi bisnis dan kolaborasi.

Ia menjelaskan, dalam kondisi ekonomi saat ini, perbankan wajar memprioritaskan pertumbuhan laba sekaligus menjaga efisiensi karena biaya operasional bank juga mengalami kenaikan.

“Sehingga kita lakukan efisiensi juga di situ. Kemudian fokus kepada kondisi pertumbuhan di mana segmen non corporate menjadi setting stone. Langkah untuk menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Hendrik.

Di sisi lain, Hana Bank berupaya meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income agar tidak terlalu bergantung pada net interest margin (NIM). Perusahaan juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas pendanaan melalui pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan produktivitas organisasi.

“Dan ketiga, diversifikasi dan kolaborasi. Di mana kita meminimalkan risiko konservasi, baik itu dari sisi kredit ataupun di sisi pendanaan,” kata Hendrik.

instagram embed