Kumparan Logo

Harga Ayam & Telur Sudah Mulai Naik, Mentan Jamin HAP Dijaga

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran Sulaiman ditemui di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran Sulaiman ditemui di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut harga ayam dan telur sudah kembali naik usai sempat turun. Untuk itu, Amran juga sudah mendapat laporan dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) pada Senin (27/7).

Karena harga sudah kembali naik, Amran juga memastikan bahwa ia akan terus menjaga harga ayam dan telur sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP).

“Alhamdulillah Pinsar tadi melaporkan bahwasannya harga ayam, harga telur sudah naik. Tetapi kami juga tadi pagi-pagi bersama Kepala BGN, kita sudah sepakat menjaga harga komoditas pertanian khususnya ayam dengan telur. Jadi nanti dikontrol harganya tidak boleh dibawa harga pembelian pemerintah,” kata Amran ditemui di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).

HAP daging ayam akan dijaga pada Rp 25 ribu per kg sementara telur akan dijaga di Rp 26.500 per kg. HAP tersebut juga berlaku untuk pembelian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah sepakat dengan kalau harga ayam, kalau tidak salah Rp 25.000 per kg dan harga telur itu Rp 26.500 harga pembelian pemerintah,” ujarnya.

Telur ayam di Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur, Sabtu (13/6/2026). Foto: Widya/kumparan

Terkait kenaikan harga telur dan ayam yang baru terjadi beberapa pekan belakangan bersamaan dengan dimulainya kembali program MBG untuk anak sekolah usai libur, Amran menyebut salah satu faktor naiknya kembali harga telur dan ayam usai turun memang MBG. Hal ini karena MBG merupakan penyerap bagi berbagai komoditas pertanian.

“Jadi gini, MBG adalah off taker untuk produksi-produksi pertanian, 160 juta petani peternak, pekebun yang menjadi off taker mereka. Jadi off takernya, MBG adalah off takernya komoditas pertanian,” kata Amran.

Adapun pada Minggu (26/7), harga telur dan daging ayam di Jakarta memang sudah terpantau beranjak naik usai sempat anjlok saat memasuki musim libur sekolah.

Salah satunya terpantau di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Di pasar tersebut, harga telur ayam terpantau berada pada level Rp 27.000 per kg. Jamaludin (18) yang merupakan pedagang telur di sana mengungkap kenaikan sudah terjadi sekitar lima hari.

“Normal, sebelumnya Rp 24.000 sampai Rp 25.000, sudah lima harian (naik),” kata Jamaludin kepada kumparan.

Selain Jamaludin, Bagus (24) yang juga khusus berdagang telur mengungkap kini harga telur mulai normal. Adapun pada saat anjlok beberapa waktu lalu, harga telur mencapai Rp 23.000 per kg.

“Rp 27.000 per kg, kemarin sampai Rp 23.000 per kg, mulai Jumat kemarin si. Enggak tau (karena apa sebabnya),” ujar Bagus.

Di samping itu, harga daging ayam yang juga sempat anjlok tercatat sudah mengalami kenaikan. Ana (55) yang merupakan seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Kramat Jati menjelaskan bahwa kini harga ayam memang berangsur normal usai sempat anjlok ke Rp 25.000 per kg.

“Naik, udah ada 5 hari (naik), kemarin Rp 25.000 per kg, sekarang (jual) Rp 35.000 per kg,” ujarnya.

Aktivitas penjual daging ayam melayani pembeli di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

Bergeser ke Jakarta Selatan, kumparan juga mendatangi Pasar Tebet Timur (PSPT). Di sana, harga telur juga tercatat mulai naik dan dijual di kisaran Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg.

“Ya lumayan udah ada kenaikan dikit, sekarang Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg. Kemarin (pas anjlok) sempat Rp 24.000, Rp 23.000 per kg. Dari Senin mulai sekolah sudah mulai naik lagi,” ujar Arif (39) yang merupakan salah satu pedagang telur di PSPT.

Tren serupa juga terjadi pada harga daging ayam. Usai sempat anjlok, Erna (50) yang merupakan pedagang ayam di sana menjelaskan kini harga daging ayam sudah mulai kembali naik ke level Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per ekor.

instagram embed