Harga Bahan Baku Melonjak Imbas Rusia Ukraina, Laba Garudafood Tergerus 24%

28 April 2022 14:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Produk PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD). Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Produk PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD). Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
ADVERTISEMENT
Perusahaan milik Sudhamek PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) berhasil meraup penjualan Rp2,7 triliun selama kuartal I-2022 atau tumbuh 22,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,27triliun.
ADVERTISEMENT
Pertumbuhan penjualan tersebut ditopang oleh kategori makanan yang memberikan kontribusi sebesar 88,8 persen dari seluruh porsi penjualan Perseroan dengan pertumbuhan sebesar 22 persen sedangkan untuk kategori minuman mengalami pertumbuhan sebesar 23,3 persen.
Penjualan domestik Perseroan naik sebesar 22,4 persen sementara di pasar ekspor naik 17,4 persen dari tahun sebelumnya. Laba bersih Perseroan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sebesar 24 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Adapun penurunan ini utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas bahan baku serta bahan kemas sebagai dampak kondisi pandemi yang panjang yang memicu kelangkaan kontainer, tingginya freight cost dan kelangkaan bahan baku.
Hal tersebut semakin diperburuk dengan krisis Rusia dan Ukraina yang menimbulkan multiplier effects yang sangat luas. “Kami bersyukur atas pertumbuhan penjualan di kuartal I tahun ini yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini ditunjang dengan semakin pulihnya ekonomi Indonesia karena penanganan Covid-19 yang semakin baik oleh pemerintah sehingga mobilitas masyarakat juga semakin tinggi,” ujar Paulus Tedjosutikno, Direktur Perseroan, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/4).
ADVERTISEMENT
Jajaran manajemen GarudaFood. Foto: GarudaFood
Tantangan kami saat ini adalah menghadapi kenaikan harga bahan baku dan bahan kemas yang belum dapat diprediksi kapan akan berakhir. Untuk menyiasati kondisi tersebut Perseroan melakukan berbagai upaya antara lain, kontrak jangka panjang untuk mendapatkan harga yang stabil dan jaminan pasokan.
Serta meningkatkan persediaan untuk mengantisipasi gangguan di jalur logistik bahan baku sehingga kelangsungan proses produksi tidak sampai terganggu.
Perseroan juga melakukan langkah-langkah inovasi untuk meredam dampak kenaikan bahan baku dan kemasan sehingga meminimalkan dampak kepada para konsumen setia kami,” tambahnya.
Di samping itu, total liabilitas Perseroan pada 31 Maret 2022 tercatat meningkat dari Rp3,73 triliun menjadi Rp 4,13 triliun atau naik 10,64 persen. Sementara ekuitas Perseroan turun 3,59 persen menjadi Rp2.9 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar 3.03 triliun.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp7.05 triliun atau naik 4,27 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp6.76 triliun. Perseroan juga memiliki kas dan setara kas lebih dari Rp 856 miliar di akhir 31 Maret 2022.