Harga Batu Bara Melejit, Kerek Permintaan Alat Berat Tambang
·waktu baca 3 menit

Harga batu bara melejit di tengah krisis energi global. Perang Rusia dan Ukraina membuat permintaan komoditas ini naik, menjadi berkah bagi kontraktor, termasuk penyedia alat berat.
Mengutip bursa ICE Newcastle (Australia), Kamis (15/12), harga batu bara untuk kontrak Desember 2022 berada di posisi USD 404 per ton. Pada di periode yang sama tahun lalu, harga batu bara masih di kisaran USD 165 per ton.
PT Putra Perkasa Abadi (PPA) menjadi salah satu kontraktor sewa alat berat tambang yang ketiban berkah. Jumlah pengupasan lapisan tanah untuk memproduksi batu bara atau overburden removal meningkat sepanjang tahun ini.
“Hingga November 2022, overburden removal yang dilakukan perusahaan mencapai 245 juta BCM (bank cubic meter),” kata Presiden Direktur PPA Christianto Setyo dalam keterangan resmi, Kamis (16/12).
Berdasarkan data Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia, permintaan alat berat tambang naik hingga 30 persen seiring melesatnya harga batu bara. Pengadaan alat berat di seluruh sektor tahun ini tercatat ada 9.000 unit, sebanyak 40 persennya berasal dari kebutuhan produksi batu bara.
Saat ini PPA menangani operasi penambangan batu bara 6 perusahaan besar di seluruh negeri. Kontrak standar PPA berlaku untuk jangka waktu 5 tahun, sementara perusahaan tertentu dengan persyaratan mereka sendiri dapat memberikan penghargaan lebih lama untuk durasi kontrak yang lebih lama.
PPA bekerja sama dengan Satuan Kerja Sementara (SKS) dengan kontrak 12 tahun di mana PPA bertanggung jawab atas pengupasan lapisan tanah, ekstraksi batubara, pengangkutan batubara dari tambang ke pembangkit listrik tenaga batubara yang hanya berjarak 5 kilometer untuk memenuhi kewajiban SKS dengan PLN.
Pada 2021 PPA telah mendapatkan kontrak dari perusahaan tambang bijih nikel yaitu PT Makmur Lestari Primatama (MLP) di Konawe, Sulawesi Tenggara. Ke depannya PPA terus berekspansi menuju bisnis yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan selain batu bara.
Bisnis berkelanjutan PPA ini membuat perusahaan menyabet dua penghargaan dalam ajang Energy & Mining Editor Society (E2S) Awards 2022. Selain Kategori The Best CEO Mining Services melalui Presiden Direktur PPA Christianto Setyo, PPA juga meraih penghargaan Kategori Manajer Corporate Communications PPA Adri Thanada.
Selain itu, sejumlah penghargaan juga telah diraih PPA, mulai dari penghargaan Good Mining Practices dari Kementerian ESDM, hingga Indonesia Fire & Rescue Challenge. Dari sisi manajemen, PPA juga berbeda dengan perusahaan jasa tambang lain yang rigid dalam proses bisnis.
E2S Awards 2022 merupakan ajang penghargaan yang diberikan forum editor dan wartawan sektor energi kepada para pelaku usaha dan profesional pertambangan dan energi yang dianggap memiliki komitmen tinggi dalam mengimplementasikan serta bertanggung jawab dalam berbagai aspek kerja termasuk Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
