Kumparan Logo

Harga Bawang Putih Tembus Rp 70.000 per Kg, Berikut Fakta-faktanya

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stok Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/4). Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stok Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/4). Foto: Abdul Latif/kumparan

Dalam sepekan terakhir, harga bawang putih melonjak sampai dua kali lipat, kini mencapai Rp 70.000 per kilogram. Kenaikan ini menurut para pedagang terjadi lantaran terbatasnya impor dari China semenjak virus corona merajalela.

Muhimam (55), pedagang bumbu dapur yang kumparan temui di Pasar Minggu Jakarta Selatan, Jumat (7/2), mengungkapkan bahwa 5 hari lalu harga bawang putih Rp 55.000 per kg. Kini harga komoditas yang satu ini kian tak terkendali.

“Bawang putih naik lagi jadi Rp 70.000. Bilangnya (distributor), dari China impor disetop. Pengaruh ke sana,” ujar Imam kepada kumparan, Jumat (7/2).

Menurut Sri Mulyani (68), pedagang lainnya, kenaikan harga komoditas yang satu ini hampir tiap hari terjadi sejak Minggu (2/2). Sri juga membenarkan kenaikan itu dipicu oleh merebaknya virus corona

Kendati harganya mengalami kenaikan, menurut Sri, stok bawang putih masih belum terlalu sulit didapatkan.

“Lebih Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu sekarang modalnya, naiknya berturut turut sedikit-sedikit empat hari ini. Kalau bawang putih belum susah susah banget, cuma harganya jadi tinggi semenjak ada isu penyakit itu corona, kayak mobil namanya,” tutur Sri.

Harga Bawang Putih di Lampung hngga Ambon Juga Melonjak

Kondisi yang sama juga terjadi di Bandar Lampung dan Ambon. Dikutip dari Antara, harga bawang putih di Pasar Kota Karang, Bandar Lampung, harganya mencapai Rp 50.000 per Kg.

"Padahal harga bawang putih kalau hari biasa berkisar Rp 24.000 hingga Rp 27.000 per kilogram, namun saat ini mengalami kenaikan hingga Rp 50.000 per kilogram," kata Leman, salah seorang pedagang, Jumat (7/2).

Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Abdul Latif/kumparan

Sementara di Pasar Batu Merah, Ambon, harga bawang putih mencapai Rp 60.000 per kg. Bawang putih impor China yang beredar di pasar itu, selama ini dikirim dari Surabaya.

"Kenaikannya cepat sekali. Dua hari lalu masih Rp 48.000 per kg," kata Etok, seorang pedagang.

Harga Bawang Putih di Berbagai Daerah:

Pasar Minggu, Jakarta: Rp 70.000 per kg

Pasar Cicurug, Sukabumi: Rp 60.000 per kg

Pasar MMTC, Medan: Rp 58.000 per kg

Pasar Batu Merah, Ambon: Rp 60.000 per kg

Pasar Kota Karang, Bandar Lampung: Rp 50.000 per kg

Moeldoko Minta Izin Impor Bawang Putih Segera Terbit

Sebelumnya pemerintah memang sudah menangkap gejala, akan ada kenaikan harga bawang putih. Hal ini dipengaruhi merebaknya wabah virus corona di China, yang merupakan pemasok kebutuhan terbesar bawang putih di Indonesia.

Pada 2019 lalu, realisasi impor bawang putih sebesar 465,34 ribu ton atau senilai USD 529,97 juta. Angka itu menurun dari 2018, yang sebesar 580,85 ribu ton atau senilai USD 493,78 juta. Sementara kebutuhan rata-rata bawang putih Indonesia sebesar 45.000 ton per bulan.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, meminta kementerian terkait melakukan cek stok bawang putih di gudang yang ada.

“Kita harus pastikan harga bawang putih stabil dan tidak fluktuatif,” kata Moeldoko dalam rapat koordinasi bersama Kementan dan Kemendag di Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2).

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Gedung KSP. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Moeldoko pun meminta Kementan segera menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Dirjen Hortikultura Kementan, Prihestu Setyanto menyanggupi menerbitkan RPIH pada hari Jumat, 7 Februari 2020.

“Kami akan terbitkan besok untuk kemudian ditindaklanjuti Kementerian Perdagangan,” ujar Prihestu.

Setelah RPIH diterbitkan, Kemendag kemudian akan menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI). Kemendag menyanggupi bisa menerbitkan SPI lima hari setelah penerbitan RIPH atau pada pekan depan.

“SPI akan diterbitkan sesuai kebutuhan,” ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana.

Moeldoko meminta ketika keran impor kembali dibuka pasca-terbitnya SPI, kualitas bawang putih harus tetap terjaga. Selain itu, meski impor bawang putih tetap ada, pemerintah memastikan akan tetap menyerap bawang putih dari para petani.

Ilustrasi bawang putih. Foto: Dok. Kementerian Pertanian

Impor bawang putih dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga sehingga tidak memberatkan konsumen. “Perlindungan bagi para petani tetap yang utama,” ujarnya.

Kemendag menyebutkan masa tanam bawang putih dimulai setiap bulan Oktober dan membutuhkan waktu enam bulan masa tanam.

“Artinya baru pada bulan April dan Mei kita ada panen raya. Sementara pada bulan Februari hingga April kita kurang stok,” ujar Prihasto.

Mentan Klaim Stok Bawang Putih Aman

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan, pasokan bawang putih dalam negeri cukup tersedia kalaupun impor dari China dihentikan sementara.

"Cadangan untuk bawang putih panen lokal kami sudah siapkan. Insya Allah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Senin (3/2).

Dalam catatan Kementan, masih terdapat stok 60.000 ton bawang putih sisa impor pada 2019 lalu. Sementara kebutuhan rata-rata bawang putih Indonesia sebesar 45.000 ton per bulan. Selain itu, terdapat 6.000 hektar area pertanian bawang putih yang akan memasuki musim panen pada Maret mendatang.