Harga BBM Nonsubsidi Naik Imbas Gejolak Harga Minyak Dunia
·waktu baca 2 menit

Harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian. Ini disebabkan harga minyak dunia yang masih bergejolak imbas perang di Iran.
Kenaikan terjadi pada harga BBM nonsubsidi hingga level premium. Sementara untuk BBM subsidi, berdasarkan laman resmi Pertamina, masih ditahan pada harga yang sama.
Harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter. Pertamina juga masih mempertahankan harga BBM subsidi jenis Pertalite yang sebesar Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.
BBM yang mengalami penyesuaian di antaranya harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta per 18 April menjadi Rp 19.400 per liter, dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp 13.100 per liter. Untuk harga Dextlite, ditetapkan sebesar Rp 23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp 14.200 per liter.
Untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter. Harga sejumlah BBM ini juga tercatat mengalami penyesuaian di sejumlah provinsi lainnya.
Pertamina menyebut penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) umum itu dilakukan sesuai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.
Formula tersebut selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Keputusan menaikkan harga bahan bakar ini juga dilakukan oleh BP-AKR. Berdasarkan pantauan kumparan di salah satu SPBU BP di Kawasan Pasar Minggu, BP 92 masih dibanderol Rp 12.390 per liter.
Sementara untuk BP Ultimate, tidak dicantumkan harganya karena tidak adanya pasokan. Sedangkan harga BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp 25.560 per liter, dari harga sebelumnya pada 1 April 2026 Rp 14.620 per liter.
SPBU swasta lainnya, yakni Vivo dan Shell, tidak menerakan harga seluruh produk BBM mereka lantaran belum masuknya stok.
