Kumparan Logo

Harga Bensin AS Diprediksi Cetak Rekor USD 4,03 per Galon saat Hari Buruh

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi SPBU di Amerika Serikat. Foto: Matt Gush/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPBU di Amerika Serikat. Foto: Matt Gush/Shutterstock

Harga bensin di Amerika Serikat (AS) diperkirakan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk periode libur Hari Buruh (Labor Day), seiring perang di Timur Tengah terus mendorong kenaikan biaya energi.

Analis GasBuddy, Patrick De Haan, memperkirakan harga rata-rata bensin nasional AS bakal mencapai USD 4,03 per galon pada Labor Day. Jauh melampaui rekor sebelumnya sebesar USD 3,83 per galon yang tercatat pada 2012.

“Artinya, untuk pertama kalinya, masyarakat Amerika mungkin melihat harga rata-rata bensin nasional di atas USD 4 per galon pada Labor Day,” tulis De Haan, dikutip dari Reuters pada Minggu (6/9).

Pada Kamis (3/9), harga rata-rata bensin nasional tercatat sekitar USD 4,13 per galon, naik hampir USD 1 dibandingkan rata-rata pada tahun lalu, berdasarkan data layanan pemantau harga GasBuddy. Para analis menilai level USD 4 per galon jadi titik yang cukup membebani konsumen.

Trump sebelumnya berjanji menurunkan biaya energi. Dalam beberapa pekan terakhir, dia mengkritik perusahaan kilang minyak dan pengecer bahan bakar, dengan menuduh mereka meraup keuntungan dari tingginya harga di pompa bensin.

Pada 14 Agustus, Trump mengatakan masyarakat AS seharusnya bersedia membayar sedikit lebih mahal untuk bensin guna memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

Di sisi lain, kenaikan harga bensin terjadi bersamaan dengan lonjakan harga minyak mentah. Harga minyak kembali menembus USD 90 per barel pada pekan ini setelah aktivitas militer antara AS dan Iran.

Harga produk olahan minyak lainnya, termasuk diesel dan minyak pemanas, juga meningkat. Salah satu faktornya ialah serangan yang terus berlangsung terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia yang memicu kekhawatiran soal gangguan pasokan.