Kumparan Logo

Harga Beras Premium Masih Tinggi di Awal Ramadan, Sentuh Rp 20.000 per kg

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon pembeli mengecek kualitas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Calon pembeli mengecek kualitas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Memasuki Ramadan, harga beras premium di pasar tradisional belum juga turun. Padahal, Maret ini diperkirakan jadi puncak panen raya dan melimpahnya stok nasional.

Berdasarkan pantauan kumparan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, salah seorang pedagang beras, Haikal, mengaku belum dapat menurunkan harga jual beras secara signifikan. Menurutnya, penurunan harga beras dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tempatnya berbelanja, hanya sebesar Rp 25.000 per karung ukuran 50 kg, atau Rp 500 per kg.

"Kemarin pas Pemilu (puncak tingginya harga beras) itu premium saya jual Rp 18.000 (per liter), sekarang Rp 17.000 (per liter), kalau kiloan Rp 20.000 (per kg)," kata Haikal saat ditemui di lapak dagangannya pada Selasa (12/3).

Lebih lanjut Haikal menjelaskan, tahun ini menjadi tahun dengan kenaikan harga beras tertinggi. Dia tidak pernah menaikkan harga beras jualannya hingga Rp 3.000 per liter.

Menurutnya, kenaikan harga beras biasanya berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per karung ukuran 50 kg. Namun, tahun ini mencapai Rp 150.000 per karung.

"Emang tahun ini beneran paling tinggi, bener-bener (naiknya), biasanya enggak sampe Rp 3.000 satu liter saya jual. Biasanya kalau mau Lebaran itu naiknya Rp 40.000 aja sekarung (ukuran 50 kg), sekarang sampe Rp 150.000 (per karung)," jelas Haikal.

instagram embed

Meskipun harganya melambung, Haikal bilang masih ada pelanggannya yang tidak beralih mengkonsumsi beras medium dan tetap setia membeli beras premium.

"Dulu ya, bukan dulu banget ni, sebelum naik itu premium cuma Rp 13.000 se liter. Itu yang paling mahal memang dia dari yang lain. Yang lain ada yang seliter Rp 9.000 aja ada. (Dia) tinggi sendiri memang, tapi laku soalnya wangi, enak," imbuh Haikal.

Kendati harganya masih tinggi, dari sisi pasokan, Haikal bilang, tidak sulit untuk mendapatkan beras premium dari PIBC. Namun, sebaliknya, dia dan pedagang lain justru dibatasi untuk pembelian beras besutan Perum Bulog.

"Premium mah gampang, barang banyak, yang susah dibatasi itu yang bulog, 20 karung aja (satu toko) dari Cipinangnya,"

Haikal menuturkan, dia tidak tahu alasan pembatasan pembelian beras impor dari Thailand tersebut. Adapun Haikal menjual beras tersebut Rp 12.500 per kg.

"Ini dari Thailand, kita dulu boleh beli banyak asal ada uang, sekarang enggak, tapi yang beli (dilapaknya) lumayan juga," tutup Haikal.

Salah seorang pedagang beras, Haikal di lapak dagangannya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (12/3). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Senada dengan Haikal, pedagang beras yang lain Aco, juga menuturkan belum dapat menurunkan harga beras secara signifikan pada hari pertama Ramadan ini.

Aco juga menyebut, penurunan beras yang sedikit ini sejak ada pejabat pemerintah yang mendatangi PIBC beberapa waktu lalu.

"Belum banyak turunnya, ini juga sudah agak lama turunnya dari Pejabat dateng ke Induk (PIBC) kayaknya. Tapi ini mah bukan turun, cuma goyang, kalo turun harus banyak," kata Aco pada Selasa (12/3).

Dari satu karung berisi 50 kg, sama dengan Haikal, Aco menyebut hanya turun Rp 25.000, sehingga tidak akan berpengaruh banyak pada harga jual. "Ya ibarat biasa Rp 18.000 se-kilogram, turun aja Rp 500 perak," imbuhnya.

Dalam catatan kumparan, pada akhir Februari lalu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mendatangi PIBC.

Dalam kunjungannya Arief mengatakan memasuki musim panen saat ini harga gabah mulai turun. Hal itu kata dia bisa berimbas pada penurunan harga beras.

"Minggu-minggu ini panen lokal sudah dimulai, sehingga harga gabah akan berangsur turun," tegas Arief saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) di Jakarta Timur, Rabu (28/2).

Arief bilang, penurunan harga gabah ini akan terus berlangsung selama masa panen, termasuk pada bulan Ramadan. “Jelang puasa tanggal 9 sampai 10 Maret sampai Lebaran, kami pastikan beras itu aman,” imbuh Arief.