Kumparan Logo

Harga Daging Sapi Capai Rp 170.000/Kg, Pedagang Minta Pemerintah Turun Tangan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembeli memilih daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pembeli memilih daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H mengalami kenaikan, utamanya pada daging sapi. Mengutip dari Info Pangan Jakarta, Selasa (5/7), harga daging sapi di Pasar Tradisional Jakarta tembus Rp 170.000 per kg.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan dua poin penting kepada pemerintah. Ia pun meminta pemerintah untuk turun tangan atasi tingginya harga daging sapi saat ini.

"Pertama, penekanan harga daging di tingkat pengecer," ujar Reynaldi kepada kumparan, Selasa (5/7).

Selain itu, kata Reynaldi, pemerintah juga harus memetakan wilayah sentra daging di Indonesia. Hal ini untuk melihat kondisi wilayah produksi daging sudah sejauh apa.

"Dua hal ini yang menjadi fokus kami agar enggak hanya daging, tapi komoditas pangan lain juga berhasil ditekan dengan cara-cara demikian," tambah Reynaldi.

Reynalid menuturkan, Indonesia gencar melakukan impor daging sapi. Namun, kata dia, kebijakan ini tak berdampak signifikan. Nyatanya, hingga saat ini harga daging yang masih saja tinggi.

Untuk itu, ia akan terus berupaya mendorong agar peternak atau sentra daging dapat melakukan produksi demi memenuhi kebutuhan daging secara nasional.

"Kalau importasi tidak mempengaruhi juga, kami pikir sama aja harga akan terus melonjak apalagi menjelang Idul Adha kita lihat ke depan apakah pemerintah mampu mengendalikan harga daging ini atau bagaimana," pungkasnya.

Reynaldi menjelaskan, harga daging saat ini sudah lebih dari Rp 140.000 per kg. Sementara, apabila sesuai HET biasanya berkisar antara Rp 105.000 hingga Rp 115.000 per kg.

Selain itu, permasalahan yang harus dihadapi Indonesia ialah sejak melakukan impor sapi dari luar negeri. Di mana, sapi tersebut membawa penyakit atau virus yang mengakibatkan hewan ternak di beberapa wilayah Indonesia terserang virus penyakit mulut dan kaki (PMK).