Harga Durian Musang King di Malaysia Anjlok 50 Persen karena Virus Corona

Wabah virus corona yang berawal dari Wuhan, China hingga kini masih menyebar di berbagai negara. Akibat dari virus itu, aktivitas bisnis hingga pariwisata ikut terganggu. Malaysia, sebagai salah satu tujuan wisatawan asal Tiongkok dan negara Asia lainnya, ikut terdampak. Kunjungan turis asing anjlok sejak Januari 2020.
Salah satu dampak dari lesunya jumlah kunjungan turis adalah menurunnya permintaan durian terkenal asli Malaysia, musang king. Sampai-sampai harganya turun antara 30-50 persen. Saat ini harga satu buah durian musang king dijual RM 24 hingga RM 33, dari sebelumnya RM 55.
"Kita menghadapi masa-masa sulit karena virus corona," kata penjual Durian Musang King di Penang Malaysia, Tan Chee Keat seperti ditulis South China Morning Post (SCMP), Rabu (19/2).
Tan menambahkan, ekspor durian ke China juga anjlok 70 persen setelah Tahun Baru Imlek 2020. China tercatat sebagai pasar ekspor terbesar untuk durian.
Anjloknya harga durian, khususnya di Malaysia, dipicu turunnya kunjungan turis akibat wabah virus corona. Turis tercatat sebagai pembeli terbesar durian musang king.
"Orang takut untuk berpergian karena khawatir tertular virus corona. Ini sungguh mengecewakan karena pasokan durian terus bertambah akibat musim panas yang berkepanjangan," tambah Tan.
Lim, salah satu pengelola pusat durian di Penang mengaku gerainya di Macalister Road mengalami penurunan pengunjung hingga 50 persen semenjak merebaknya virus corona. Mayoritas konsumen durian di gerai Lim adalah turis asal China, Indonesia, Singapura, dan Hong Kong serta para tamu kapal pesiar.
"Masyarakat memutuskan tidak berlibur dan bisnis kita ikut terdampak," ungkap Lim.
Pada saat turis asing turun, pasokan durian musang king melimpah akibat musim panas yang panjang. Di saat bersamaan, konsumen lokal tidak mampu menyerap durian yang melimpah. Penduduk lokal, ungkap Lim, sangat jarang makan durian pada awal tahun. Meskipun mengonsumsi, mereka akan makan durian di Penang ketika membawa tamu warga asing.
"Warga asli Penang hanya berkunjung (makan durian) pada Bulan Mei, Juni, dan Juli. Itu adalah musim durian di sini," ungkapnya.
Penjual durian lainnya, LY Ang mengakui dampak besar dari virus corona terhadap bisnisnya. Apalagi durian di Penang mayoritas dijual kepada orang lokal dan turis. Ang berharap turis asal China bisa kembali berkunjung dan menikmati durian di Penang.
"Sangat memprediksi masa depan harga durian, apakah akan jatuh karena itu semua tergantung pada permintaan dan penawaran," ungkap Ang.
