Harga Gula Melonjak Jadi Rp 20 Ribu per Kg, Melebihi Harga Acuan

15 Februari 2025 19:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pedagang menyusun bungkusan gula di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang menyusun bungkusan gula di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
ADVERTISEMENT
Harga gula di pasaran mulai merangkak naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga gula telah memberikan kontribusi inflasi sebesar 1,4 persen.
ADVERTISEMENT
Harga gula di tingkat pengecer, Warung milik Nia dijual Rp 19.000 per kilogram. Nia mendapat gula curah yang membeli dalam bentuk karung lalu di-packing ulang.
"Saya beli 1 karung gede itu Rp 800 ribu lebih. Harganya emang segini, nggak berubah. Udah lama di Rp 19.000 [per kg], semoga nggak ada kenaikan ya. Tapi biasanya mau puasa nanti naik nih. Tapi saya belum tahu," ujar pemilik warung tersebut.
Harga gula di Warung lain bahkan menyentuh Rp 20.000 per kilogram. "Saya jualnya gula karungan terus saya packing ulang. Harganya naik sedikit Rp 20.000 per kg," kata Warso pemilik warung.
Di ritel modern, harga gula sedikit lebih rendah. Di Alfamart Tanjung Barat Lama, gula merek Alfamart dijual Rp 17.500 per kilogram.
ADVERTISEMENT
Sedangkan di Indomaret Tanjung Barat Lama, harga Gulaku 1 kg adalah Rp 17.500, dan gula merek Indomaret Rp 17.300 per kilogram.
Sementara itu berdasarkan data panel pangan Bapanas, harga gula di tingkat pengecer dijual Rp 18.311 per kg pada Sabtu, (15/2). Berdasarkan surat No.386/TS.02.02/B/05/2024, per tanggal 28 Mei 2024 Bapanas menetapkan Harga Acuan Pembelian gula sebesar Rp 17.500 per kg.
Harga Gula di Alfamart Tanjung Barat Lama, Sabtu (15/2). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, keputusan impor diambil untuk menambah stok cadangan pangan pemerintah.
Ia menegaskan, impor ini bukan karena produksi dalam negeri tidak mencukupi, melainkan sebagai langkah antisipasi agar stok tetap aman.
"Iya tadi surat untuk rapat ini dari Kementerian Pertanian (untuk peningkatan cadangan gula pemerintah,” kata Arief kepada wartawan di Graha Mandiri, Rabu (12/2).
ADVERTISEMENT
“Cadangan pangan pemerintah ini perlu karena harga gula, tadi dilaporkan oleh BPS itu harganya mulai bergerak naik. Kalau dilihat kontribusi inflasinya 1,4 persen, kalau dilihat tadi di statistik," imbuhnya.
Arief mencatat, saat ini, kebutuhan gula nasional berkisar antara 230 ribu hingga 300 ribu ton per bulan, sementara produksi domestik masih cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.