Kumparan Logo

Harga Jeruk Nipis dan Bawang Merah Melonjak Tajam

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jeruk Nipis. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Jeruk Nipis. (Foto: Thinkstock)

Sejak tiga hari lalu, harga jeruk nipis merangkak naik. Buah yang memiliki rasa asam segar dengan bentuk oval ini ternyata sudah dijual dengan harga yang naik hingga 100%.

"Stok jeruk nipis lagi sedikit. Ini aja saya cuma ambil berapa kilo, paling 5 kilogram," kata salah seorang pedagang di Pasar Palmerah, Cahyo kepada kumparan, Senin (28/5).

Salah seorang pedagang jeruk nipis di Pasar Kebayoran, Ani mengatakan, dia menjual jeruk nipis dengan harga Rp 25 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Hal yang sama juga dikemukakan oleh pedagang di Pasar Palmerah.

"Harga jeruk nipis per kilogram saya jual Rp 30 ribu. Naik. Udah beberapa hari ini harganya meningkat," tambah pedagang jeruk nipis di Pasar Palmerah, Dedi.

Dia menjelaskan, terbatasnya stok jeruk nipis, membuat harga buah yang banyak manfaat ini meningkat tajam. Mereka mengaku, dua pekan lalu, mereka masih membeli jeruk nipis di Pasar Induk Kramat Jati seharga Rp 12 ribu per kilogram. Namun, sejak tiga hari lalu, harga jeruk nipis yang mereka beli di Pasar Induk Kramat Jati meningkat menjadi Rp 20 hingga Rp 24 ribu per kilogram.

"Kalau saya sekitar dua minggu lalu itu beli jeruk nipis di Kramat Jati sekitaran Rp 12 ribu, makanya kita jual Rp 15 ribu. Ini udah enggak dapat lagi segitu harganya, kita beli aja udah Rp 20 ribu," tambah pedagang jeruk nipis di Pasar Kebayoran, Juni.

Ilustrasi Bawang Merah (Foto: ANTARAFOTO/Irfan Anshori)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bawang Merah (Foto: ANTARAFOTO/Irfan Anshori)

Kondisi yang sama juga berlaku untuk komoditas bawang merah. Bawang merah di Pasar Palmerah dan Pasar Kebayoran saat ini menembus harga Rp 45 ribu per kilogram. Para pedagang di kedua pasar tersebut juga menyetujui bahwa saat ini harga bawang merah sedang naik.

"Memang bawang merah ini lagi naik. Kemarin bawang putih karena lagi kosong stok, tapi justru yang turun sekarang harga bawang putih," kata pedagang bawang merah di Pasar Palmerah, Nini.

Meski harga meningkat tajam, beberapa pedagang di Pasar Palmerah dan Pasar Kebayoran mengaku, tingkat konsumsi masyarakat tidak menurun.

"Masih sama. Saya bisa jual sampai 30 kilogram dalam satu hari. Dulu sebelum naik juga segitu. Bawang merah kan memang salah satu bumbu utama, jadi biarpun harga naik, kayaknya masyarakat masih tetap butuh," tambah pedagang bawang merah lainnya di Pasar Kebayoran, Eko.

Para pedagang bawang merah mengatakan, sejak lima hari terakhir, mereka membeli bawang merah di Pasar Kramat Jati seharga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogramnya. Padahal, sampai bulan lalu, para pedagang di dua pasar ini mengatakan, mereka masih membeli bawang merah di pasar induk dengan harga sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

"Di pasar induk juga sudah naik, makanya kita naikkan harganya," tambah pedagang bawang merah di Pasar Kebayoran, Lulu.