Kumparan Logo

Harga Kedelai, Cabai, dan Daging Sapi Kompak Naik di Awal 2021

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memilih kedelai untuk dijadikan tahu di industri rumahan kawasan Duren Tiga, Jakarta, Senin (18/11).  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memilih kedelai untuk dijadikan tahu di industri rumahan kawasan Duren Tiga, Jakarta, Senin (18/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Awal tahun baru 2021 diikuti dengan melonjaknya harga kedelai. Kondisi tersebut sampai membuat perajin tempe melakukan mogok dari tanggal 1 sampai 3 Januari 2021.

Selain kedelai, harga daging sapi dan cabai juga kompak naik. Melejitnya harga pangan tersebut tentu menyulitkan masyarakat saat ini.

Berikut ini selengkapnya informasi mengenai harga kedelai, daging sapi, dan cabai yang kompak naik:

Kedelai

Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) mengungkapkan, harga kedelai di tingkat importir naik signifikan sejak Agustus lalu. Saat ini harga kedelai di tingkat importir Rp 8.600 per kilogram (kg) dibanding pada waktu normal Rp 6.500 per kg.

"Harga di tingkat importir Rp 8.600, naik karena harga di pasaran internasional naik. Penyebabnya diduga permintaan cukup besar dari China," kata Direktur Akindo Hidayat kepada kumparan, Sabtu (2/1).

Hidayat menjelaskan, kedelai dari AS menjadi opsi saat Brasil mengalami kendala. Pengiriman dari Brasil tertunda selama dua bulan. “Ada gejolak mulai naik meningkat tajam di Agustus (2020)," katanya.

Pekerja membuat tempe di sentra perajin tempe Sanan, Malang, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Ia pun tak bisa memprediksi kapan harga kedelai kembali normal, pandemi dan adanya gagal panen AS menjadi pemicu faktor pergerakan harga kedelai.

Sementara itu, dari sisi logistik, Hidayat mengaku tak mengalami gangguan. Pengiriman kedelai kurang lebih membutuhkan waktu 35 hari. Namun, di tengah pandemi pengiriman terkadang molor hingga 65 hari.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto menyampaikan, faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia diakibatkan lonjakan permintaan kedelai dari China kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Pada Desember 2020 permintaan kedelai Tiongkok naik 2 kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton.

Hal ini mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan Amerika Serikat, seperti di Los Angeles, Long Beach, dan Savannah sehingga terjadi hambatan pasokan terhadap negara importir kedelai lain termasuk Indonesia.

Daging Sapi

Setelah harga kenaikan harga kedelai yang membuat usaha produksi tahu dan tempe sempat mogok, kini ada tanda-tanda harga daging sapi bakal melonjak. Sinyalemen itu diungkapkan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), mencermati naiknya harga bakalan sapi potong.

Direktur Eksekutif Gapuspindo, Joni Liano, menyatakan harga sapi bakalan melonjak. Bahkan menurutnya, kenaikan harga tersebut telah terjadi sejak Agustus 2020 lalu.

"Harga sapi bakalan asal Australia saat ini telah mencapai USD 3,7 per kilogram dari sebelumnya USD 3 dolar per kg. Artinya, landing cost sudah mencapai Rp 52.000 per kg berat hidup," kata Joni, dikutip dari Antara, Rabu (6/1).

Calon pembeli memilih daging sapi pada hari meugang pertama atau meugang kecil di pasar daging tradisional Lhokseumawe, Aceh. Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Kenaikan harga sapi bakalan terjadi, karena Australia sedang melakukan repopulasi, untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Vietnam dan China.

Harga daging sapi di pasaran sangat ditentukan oleh harga sapi bakalan, terutama yang diimpor dari Australia. Komponen lain penentu harga adalah biaya pemeliharaan/produksi dan pakan, serta nilai tukar rupiah atau kurs.

Cabai

Awal tahun 2021, harga cabai rawit merah kian pedas. Saking pedasnya, harga cabai rawit merah di Jakarta tembus Rp 110 per kilogram (kg).

Kenaikan harga cabai rawit merah ini rata di pasar tradisional DKI. Di beberapa pasar, terjadi kenaikan yang cukup signifikan dalam waktu sehari. Salah satu lonjakan harga yang cukup drastis terjadi di Pasar Pademangan Timur, dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 100.000 per kg. Harga tertinggi berada di Pasar Mampang Prapatan yang dijual Rp 110.000 per kg.

Cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Adapun untuk harga rata-rata DKI Jakarta per Rabu (6/1), yakni Rp 88.125 per kg. Sebagian besar pasar mengalami kenaikan yang bervariasi mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 40.000.

Kondisi yang nyaris sama juga terjadi pada cabai rawit hijau, dengan harga tertinggi tercatat Rp 90.000 per kg di Pasar Kelapa Gading. Begitu pun cabai merah besar yang kini sudah menyentuh harga Rp 100.000 per kg di Pasar Petojo Ilir.

Berdasarkan data info pangan DKI per (6/1), harga cabai rawit merah tertinggi berada di harga Rp 110.000 per kg.