Harga Kedelai di RI Mahal, Gara-gara China Borong Produksi AS?

Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) mengumumkan harga kedelai di tingkat importir naik signifikan sejak Agustus lalu. Saat ini harga kedelai di tingkat importir Rp 8.600 per kilogram (kg) dibanding pada waktu normal Rp 6.500 per kg.
"Harga di tingkat importir Rp 8.600, naik karena harga di pasaran internasional naik. Penyebabnya diduga permintaan cukup besar dari China," kata Direktur Akindo Hidayat kepada kumparan, Sabtu (2/1).
Hidayat menjelaskan, kedelai dari AS menjadi opsi saat Brasil mengalami kendala. Pengiriman dari Brasil tertunda selama dua bulan.
"Ada gejolak mulai naik meningkat tajam di Agustus (2020)," katanya.
Ia pun tak bisa memprediksi kapan harga kedelai kembali normal, sebab di tengah pandemi dan adanya gagal panen AS menjadi pemicu faktor pergerakan harga kedelai.
Sementara itu, dari sisi logistik, Hidayat mengaku tak mengalami gangguan. Pengiriman kedelai kurang lebih membutuhkan waktu 35 hari. Namun, di tengah pandemi pengiriman terkadang molor hingga 65 hari.
"Datang agak terlambat. Yang mungkin normal 35 hari ini bisa sampai 60 hari," sambungnya.
Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto menyampaikan, faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia diakibatkan lonjakan permintaan kedelai dari China kepada Amerika Serikat selaku eksportir kedelai terbesar dunia.
Pada Desember 2020 permintaan kedelai Tiongkok naik 2 kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton.
Hal ini mengakibatkan berkurangnya kontainer di beberapa pelabuhan Amerika Serikat, seperti di Los Angeles, Long Beach, dan Savannah sehingga terjadi hambatan pasokan terhadap negara importir kedelai lain termasuk Indonesia.
"Untuk itu perlu dilakukan antisipasi pasokan kedelai oleh para importir karena stok saat ini tidak dapat segera ditambah mengingat kondisi harga dunia dan pengapalan yang terbatas. Penyesuaian harga dimaksud secara psikologis diperkirakan akan berdampak pada harga di tingkat importir pada Desember 2020 sampai beberapa bulan mendatang," tandas Suhanto.
Suhanto berharap importir yang masih memiliki stok kedelai dapat terus memasok secara kontinu kepada anggota Gakoptindo dengan tidak menaikkan harga.
Berdasarkan data BPS, saat ini harga rata-rata nasional kedelai pada Desember 2020 sebesar Rp11.298/kg. Harga ini turun 0,37 persen dibanding November 2020 dan turun 8,54 persen dibandingkan Desember 2019.
