Harga Kedelai Diperkirakan Naik hingga Mei 2021, Perajin Tempe Kebingungan

Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), memilih menaikkan harga tempe di pasar sebesar 20 persen atau Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram. Langkah itu seiring dengan naiknya harga kedelai.
Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syaifuddin, mengatakan saat ini kenaikan harga tempe sudah mulai bisa diterima pedagang pasar dan masyarakat. Namun, ia mengaku bingung saat ada informasi kemungkinan harga kedelai akan kembali naik.
"Sesuai informasi dari teman-teman importir, katanya harga kedelai akan naik terus sampai bulan Mei. Kalau nanti naik lagi, kami bingung lagi," kata Aip saat rapat bersama Komisi IV DPR, Rabu (20/1).
Aip mengaku sempat dimarahi pedagang saat menaikkan harga tempe di pasar. Dia bingung bagaimana menjelaskan lagi ke pedagang dan masyarakat jika harga kedelai terus naik.
Untuk itu, Aip akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait proyeksi kenaikan harga kedelai tersebut. Meski belum ada solusi nyata, Aip menyambut baik adanya respons positif dari Kemendag.
Dia membeberkan kenaikan kedelai sebenarnya sudah dirasakan sejak September 2020. Terlepas dari naiknya harga, ia menegaskan pasokan kedelai harus tetap ada.
"Kami ini memang intinya tidak boleh kedelai itu tidak ada, karena kami beli itu harian 50 kilo, 100 kilo beli, besoknya beli lagi, produksi lagi. Ini tiga bulan terakhir dari September itu rekan-rekan importir menaikkan harga tiap hari, kami bingung," ujarnya.
