Harga Komoditas: Batu Bara-CPO Melemah, Logam Industri Menguat

Mayoritas harga komoditas bergerak variatif pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Harga batu bara, minyak mentah hingga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) terpantau melemah, sementara nikel dan timah bergerak menguat.
Minyak Mentah
Harga minyak mentah dunia ditutup turun sekitar 1 persen pada perdagangan Kamis, tetapi masih bertahan di atas USD 100 per barel. Pelemahan terjadi ketika investor mempertimbangkan gangguan pasokan akibat serangan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman, serta laporan mengenai tambahan pasokan minyak mentah Arab Saudi ke pasar global yang dapat meredakan kekhawatiran pasokan. Dikutip dari Reuters, Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman saling melancarkan serangan baru di sepanjang perbatasan pada Kamis. Perluasan perang di Timur Tengah ke Yaman dan Arab Saudi mengancam memperburuk kekurangan pasokan energi global yang terjadi sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Februari. Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, turun USD 1,01 atau 0,95 persen menjadi USD 104,82 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 52 sen atau 0,5 persen menjadi USD 101,91 per barel. Kedua acuan minyak tersebut sebelumnya telah turun sekitar 3 persen pada perdagangan Rabu.
Batu Bara
Harga batu bara terpantau mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Berdasarkan laman ICE Newcastle, harga batu bara untuk pengiriman Oktober 2026 turun 0,55 persen menjadi USD 145,30 per ton.
CPO
Harga CPO turut mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Berdasarkan situs Trading Economics, harga CPO turun 1,39 persen menjadi MYR 4.816 per ton.
Nikel
Berbeda dengan batu bara dan CPO, harga nikel terpantau mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) tercatat naik 0,76 persen menjadi USD 16.290 per ton.
Timah
Harga timah juga mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Harga timah berdasarkan situs LME naik 1,45 persen menjadi USD 53.186 per ton.
