Harga Komoditas: Batu Bara Naik 2,2 Persen, Nikel Turun 2,62 Persen

30 November 2022 8:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Smelter nikel PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Foto: PT Antam
zoom-in-whitePerbesar
Smelter nikel PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). Foto: PT Antam
ADVERTISEMENT
Harga minyak mentah terpantau naik pada perdagangan Selasa (29/11), di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan COVID-19 di China. Meski, kekhawatiran bahwa OPEC+ akan mempertahankan produksinya tidak berubah, yang berimbas pada kenaikan terbatas.
ADVERTISEMENT
Mengutip Reuters Rabu (30/11), minyak mentah berjangka Brent naik 0,2 persen menjadi USD 83 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,2 persen menjadi USD 78,20 per barel.
Batu Bara
Harga batu bara terpantau naik pada perdagangan Selasa (29/11). Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak Desember 2022 naik 2,2 persen menjadi USD 387 per ton.
Hal serupa juga terjadi untuk harga batu bara kontrak Januari 2023 yang mengalami kenaikan 1,35 persen menjadi USD 373 per ton.
Ilustrasi kapal tongkang membawa batu bara di sungai Mahakam. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal tongkang membawa batu bara di sungai Mahakam. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
CPO
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) terpantau menguat pada perdagangan Selasa (29/11). Berdasarkan Bursa Malaysia, CPO kontrak Desember 2022 mengalami kenaikan 1,03 persen menjadi MYR 4.102.
ADVERTISEMENT
Kontrak Januari 2023 juga mengalami kenaikan 1,8 persen menjadi MYR 4.192. CPO kontrak Februari mengalami kenaikan 2 persen menjadi MYR 4.223.
Nikel
Harga nikel terpantau turun pada penutupan perdagangan Selasa (29/11). Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) turun 2,62 persen menjadi USD 25.416 per ton.
Timah
Harga timah terpantau naik tipis pada penutupan perdagangan Selasa (29/11). Harga timah berdasarkan London Metal Exchange (LME) naik 0,55 persen menjadi USD 22.354 per ton.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020