Harga Komoditas: CPO Naik 1,7 Persen, Minyak Mentah Turun 0,8 Persen

30 Mei 2024 8:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Harga minyak mentah turun pada Rabu (29/5). Penurunan itu terjadi di tengah kekhawatiran lemahnya permintaan BBM di AS dan data ekonomi yang dapat menyebabkan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang dapat membebani pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, minyak Brent berjangka turun 0,7 persen, menjadi USD 83,60 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,8 persen menjadi USD 79,23 per barel.

Batu Bara

Harga batu bara sedikit menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Menurut situs tradingeconomics, harga batu bara naik tipis 0,07 persen menjadi USD 142.10 per ton.
Harga batu bara di bursa Newcastle berada di kisaran USD 140 per ton, karena masalah pasokan di China sedang diimbangi dengan berkurangnya permintaan. Produksi batu bara China turun ke level terendah sejak Oktober 2022 pada April 2024 karena inspeksi keselamatan tambang yang sedang berlangsung membatasi produksi.
Akibatnya, China meningkatkan impor batu bara pada bulan itu untuk mengkompensasi penurunan produksi dalam negeri dan membangun stok untuk mengantisipasi puncak permintaan di musim panas.
ADVERTISEMENT

CPO

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Menurut situs tradingeconomics, harga CPO naik 1,77 persen menjadi MYR 4.033 per ton.
Harga CPO sudah anjlok sekitar 56.76 persen sejak awal tahun 2024, menurut perdagangan contract for Difference (CFD) yang melacak pasar acuan komoditas ini.

Nikel

Harga nikel mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Rabu. Harga nikel menurut situs tradingeconomics naik 0,25 persen dan menetap di USD 20.519 per ton.
Harga nikel dipengaruhi kekhawatiran gangguan pasokan. Kerusuhan di Kaledonia Baru, wilayah luar negeri yang dikuasai Perancis dan menyimpan sekitar 20-30 persen cadangan nikel dunia, sehingga Perancis mengumumkan keadaan darurat minimal 12 hari pada 15 Mei lalu.
Kerusuhan politik terhadap pemasok nikel besar tersebut ditambah dengan sanksi yang dikenakan terhadap nikel dari Rusia telah mendorong harga di atas USD 20.000 per ton untuk pertama kalinya sejak September 2023.
ADVERTISEMENT

Timah

Sementara itu, harga timah juga mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Rabu. Harga timah menurut situs tradingeconomics terpantau naik 0,53 persen dan berakhir di USD 34.109 per ton.
Harga timah melesat di tengah kuatnya permintaan dan penurunan pasokan. Eksportir terbesar, Indonesia, memicu kekhawatiran akan ketatnya pasokan secara global karena penundaan perizinan berdampak besar pada pengiriman pada kuartal I 2024, yang diperburuk oleh kekhawatiran gangguan perizinan di masa depan pada sisa tahun ini.
Hal ini memperburuk kemunduran produksi sebelumnya, yang utamanya disebabkan oleh gangguan pertambangan di Negara Bagian Wa, Myanmar di tengah perang yang terjadi di negara tersebut.