Harga Komoditas Kompak Naik: Minyak Mentah 1,7 Persen, Nikel 1,6 Persen

28 Februari 2024 8:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Harga minyak mentah naik pada Selasa (27/2), karena OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela hingga kuartal II 2024 untuk memberikan dukungan tambahan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 1,4 persen, menjadi USD 83,65 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,7 persen menjadi USD 78,87 per barel.
OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, pada November menyetujui pemotongan sukarela dengan total sekitar 2,2 juta barel per hari (bph) untuk kuartal I tahun 2024, dipimpin oleh Arab Saudi yang melanjutkan pemotongan sukarela mereka sendiri.
Batu Bara
Sedangkan harga batu bara juga naik pada penutupan perdagangan Selasa. Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak Maret 2024 naik 1,14 persen menjadi USD 129.20 per ton.
CPO
Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menguat pada penutupan perdagangan Selasa. Menurut bursamalaysia.com, harga CPO kontrak Maret 2024 naik 0,9 persen menjadi MYR 4.023 per ton.
ADVERTISEMENT
Nikel
Adapun harga nikel terpantau menguat pada penutupan perdagangan Selasa. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup naik 1,69 persen dan menetap di USD 17.460 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Selasa. Harga timah berdasarkan LME berakhir menguat 1,08 persen dan menetap di USD 26.360 per ton.