Harga Komoditas: Minyak Mentah Anjlok 2,5 Persen, Batu Bara Naik 1,2 Persen

Harga minyak mentah turun pada Kamis (26/10), karena kekhawatiran akan konflik Timur Tengah yang lebih luas mereda pada saat yang sama ketika permintaan AS menunjukkan tanda-tanda melemah.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 2,44 persen menjadi USD 87,93 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS (WTI) berakhir di USD 83,21 per barel, turun 2,55 persen.
Harga minyak baru-baru ini terdongkrak oleh kekhawatiran pasokan minyak mentah global akibat konflik antara Israel dan Hamas, yang dapat melibatkan Iran dan sekutunya di wilayah tersebut.
Batu Bara
Sedangkan harga batu bara menguat pada penutupan perdagangan Kamis. Menurut ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman November 2023 naik 1,2 persen menjadi USD 134.85 per ton.
CPO
Harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) juga pada penutupan perdagangan Kamis. Menurut situs bursamalaysia.com, harga CPO kontrak November 2023 naik 1,46 persen menjadi MYR 3.659 per ton.
Nikel
Adapun harga nikel terpantau merosot pada penutupan perdagangan Kamis. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup menurun 1,29 persen dan menetap di USD 18.079 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah juga mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis. Harga timah berdasarkan LME berakhir turun 1,62 persen dan menetap di USD 24.801 per ton.
