Kumparan Logo

Harga Komoditas: Minyak Mentah Melesat 3% Jadi USD 112/Barel, Timah Turun Tipis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kilang minyak di AS. Foto: Alizada Studios/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kilang minyak di AS. Foto: Alizada Studios/Shutterstock

Harga minyak mentah melonjak pada Jumat (20/3), dan menetap di level tertinggi dalam hampir empat tahun, karena Irak menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada semua ladang minyak yang dikembangkan oleh perusahaan minyak asing dan AS bersiap mengerahkan ribuan marinir tambahan ke Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Senin (23/3), kontrak berjangka Brent untuk Mei ditutup naik 3,26 persen, menjadi USD 112,19 per barel, tertinggi sejak Juli 2022. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk April, yang berakhir pada hari Jumat, ditutup naik 2,27 persen, menjadi USD 98,32.

Batu Bara

Harga batu bara ICE Newcastle juga menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan situs Barchart, harga batu bara untuk kontrak April 2026 naik 0,9 persen dan berada di harga USD 146,50 per ton.

CPO

Adapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia naik pada penutupan perdagangan terakhir, Rabu (18/3). Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO naik sekitar 1,78 persen menjadi sekitar MYR 4.580 per ton.

Nikel

Harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel berdasarkan London Metal Exhange (LME) naik tipis 0,21 persen menjadi USD 17.019 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exhange (LME) sedikit turun 0,6 persen dan menetap di USD 43.279 per ton.