Kumparan Logo

Harga Komoditas: Minyak Mentah Turun 2,4 Persen, Timah Naik 1,6 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengecek proses pengapalan lifting minyak mentah produksi PHR di Dumai Terminal Oil Wharf, Dumai, Riau, Rabu (22/12/2021). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengecek proses pengapalan lifting minyak mentah produksi PHR di Dumai Terminal Oil Wharf, Dumai, Riau, Rabu (22/12/2021). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto

Harga minyak mentah turun pada Jumat (3/11), karena kekhawatiran pasokan dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah mereda. Sementara data pekerjaan di AS meningkatkan ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga di negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 2,3 persen menjadi USD 84,89 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS juga turun 2,4 persen, menjadi USD 80,51 per barel.

Batu Bara

Sedangkan harga batu bara juga menurun pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman Desember 2023 turun 1,76 persen menjadi USD 125.75 per ton.

CPO

Harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) melemah pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut bursamalaysia.com, harga CPO kontrak Desember 2023 turun tipis 0,64 persen menjadi MYR 3,719 per ton.

Nikel

Adapun harga nikel terpantau menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup naik 1,35 persen dan menetap di USD 18.223 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah juga mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah berdasarkan LME berakhir naik 1,64 persen dan menetap di USD 24.356 per ton.