Kumparan Logo

Harga Komoditas: Nikel Turun 2,4 Persen, Minyak Mentah Naik 1,9 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Area tambang nikel PT Hillconjaya Sakti di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Foto: Hillconjaya Sakti
zoom-in-whitePerbesar
Area tambang nikel PT Hillconjaya Sakti di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Foto: Hillconjaya Sakti

Harga minyak mentah naik pada Jumat (21/7) karena meningkatnya bukti kekurangan pasokan dalam beberapa bulan mendatang dan ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang dapat menekan pasokan.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik 1,8 persen menjadi USD 81,07 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,9 persen menjadi USD 77,07 per barel.

Batu Bara

Sedangkan harga batu bara juga menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman Agustus 2023 naik 1,25 persen menjadi USD 141.75 per ton.

CPO

Harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) stagnan pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut situs bursamalaysia.com, harga CPO kontrak pengiriman Agustus 2023 menetap di MYR 3.995 per ton.

Nikel

Adapun harga nikel terpantau merosot pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup menurun 2,4 persen dan menetap di USD 20.769 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah juga mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah berdasarkan situs LME berakhir turun tipis 0,76 persen dan menetap di USD 28.494 per ton.

embed from external kumparan