Harga Kopra Petani Anjlok, Jokowi Mengaku Tak Bisa Intervensi Pasar
·waktu baca 1 menit

Presiden Jokowi menemui petani kopra saat kunjungan kerja ke Halmahera Barat, Maluku Utara. Dia sana dia menerima banyak keluhan karena harga komoditas turunan kelapa ini anjlok.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku tak bisa mengintervensi harga kopra karena ada mekanisme pasar global. Tak hanya kopra, turunan kelapa sawit seperti crude palm oil (CPO) juga sulit diatur pemerintah.
"Naik turunnya sebuah komoditas sulit diintervensi pemerintah, sama seperti CPO atau kelapa sawit yaitu waktu itu jatuh. Kopra juga sama," kata Jokowi di lokasi, Rabu (28/9).
Makin sulitnya mengontrol pergerakan harga komoditas saat ini juga lantaran ekonomi dunia lagi bergejolak. Meski begitu, pemerintah, kata Jokowi akan mencari cara untuk membantu para petani menghadapi anjloknya harga kopra.
"Tadi saya bertemu beberapa petani kopra kita mau cek detail seperti apa problemnya, kalau pemerintah bisa mengintervensi. Tapi untuk mekanisme pasar, tidak bisa intervensi," ujarnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Jokowi juga meninjau infrastruktur di sana, salah satunya jalan nasional dan ekonomi masyarakat yang dikelilingi industri tambang.
