Harga Minyak Mentah Melonjak 4 Persen, Ketegangan AS-Iran Belum Reda
·waktu baca 2 menit

Harga minyak mentah dunia masih bertahan di level tinggi pada perdagangan Kamis (23/4). Kenaikan ini terjadi setelah konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Melansir AFP News, Kamis (23/4), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,06 persen ke level USD 96,73 per barel, sementara Brent naik 3,62 persen ke USD 105,63 per barel.
Ketegangan dipicu oleh minimnya kemajuan dalam upaya diplomatik antara kedua negara. Kondisi ini diperparah dengan situasi di Selat Hormuz yang masih tertutup secara efektif.
Teheran disebut terus menegaskan kendali atas jalur pelayaran tersebut dengan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional. Bahkan, dilaporkan terjadi penembakan terhadap kapal-kapal komersial dalam sepekan terakhir.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintah Teheran. Kebijakan ini menuai kecaman karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang berlaku saat ini akan tetap berjalan tanpa batas waktu. Washington, kata dia, masih menunggu proposal perdamaian terbaru dari Iran.
Namun, Iran memberi sinyal belum akan kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat. Hal ini membuat ketidakpastian pasar tetap tinggi dan menopang harga minyak.
Dari sisi fundamental, data dari Energy Information Administration menunjukkan adanya penurunan persediaan energi di Amerika Serikat, terutama pada produk olahan utama. Penurunan ini mencerminkan kuatnya permintaan baik dari konsumsi domestik maupun pasar ekspor.
Kombinasi faktor geopolitik dan permintaan yang solid tersebut menjadi pendorong utama harga minyak tetap tinggi dalam beberapa hari terakhir.
