Kumparan Logo

Harga Minyak Dunia Sentuh USD 15 per Barel, Terendah dalam 21 Tahun

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pertambangan migas Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertambangan migas Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Harga minyak dunia kembali anjlok. Permintaan minyak mentah tersebut menurun di tengah pandemi virus corona.

Dilansir Market Insider, Senin (20/4), harga minyak dunia mencapai USD 15,28 per barel untuk acuan West Texas Intermediate (WTI) atau turun 15,67 persen dibandingkan sebelumnya. Sementara untuk acuan Brent turun 4,2 persen menjadi USD 26,91 per barel.

Kombinasi antara stok minyak yang melimpah dan permintaan global yang turun membuat harga minyak terus merosot ke tingkat terendah selama lebih dari dua dekade ini.

Situasi yang mengkhawatirkan ini membuat Departemen Energi AS berencana untuk membeli minyak dari produsen minyak demi menjaga produksi minyak. Sebelumnya dilaporkan produksi minyak mentah naik hingga 19 juta barel.

Kilang minyak Aramco di Arab Saudi. Foto: Reuters/Ahmed Jadallah/File Photo/File Photo

Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) pun tak bisa berbuat banyak untuk industri yang sedang sakit tersebut. Sementara kartel dan mitra global hanya dapat menyetujui pengurangan produksi 9,7 juta barel, yang dinilai tak akan cukup.

Jatuhnya harga minyak membuat tekanan di seluruh industri. Perusahaan minyak bahkan hingga memangkas 13 persen armada pengeborannya di tengah krisis akibat COVID-19.

Situasi ini pun memaksa regulator Texas atau The Railroad Commission of Texas (RRC) untuk mempertimbangkan keputusan atau mandat agar seluruh negara mengurangi produksi minyak.

Namun tiga komisioner hingga saat ini belum menyetujui rencana tersebut dan akan didiskusikan lagi pada 21 April mendatang.

Sejumlah analis pun memproyeksi, jika RRC menyetujui keputusan tersebut, harga minyak saat ini akan tetap di kisaran USD 20-30 per barel akibat adanya pandemi COVID-19.

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!