Kumparan Logo

Harga Minyak Dunia Turun Tiga Hari Beruntun, Pasar Cermati Sanksi AS ke Rusia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SPBU di Jepang mulai naikkan harga BBM menyusul kenaikan harga minyak dunia. Foto: Yuya Shino/REUTERS/HO ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
SPBU di Jepang mulai naikkan harga BBM menyusul kenaikan harga minyak dunia. Foto: Yuya Shino/REUTERS/HO ANTARA

Harga minyak mentah dunia kembali ditutup melemah pada penutupan perdagangan Selasa (28/10). Hal ini karena investor memperhatikan dampak sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia terhadap pasokan global sekaligus rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi.

Dikutip dari Reuters, Rabu (29/10) harga minyak mentah Brent turun USD 1,22, atau 1,9 persen menjadi USD 64,40 per barel. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun USD 1,16 atau 1,9 persen menjadi USD 60,15. Hal ini menandai penurunan hari ketiga berturut-turut

Harga minyak Brent dan WTI pekan lalu mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terkait Ukraina kepada Rusia untuk pertama kalinya di masa jabatan keduanya. Sanksi tersebut menargetkan perusahaan minyak besar Rusia, yaitu Lukoil dan Rosneft.

Meski demikian, AS memberikan jaminan tertulis bahwa bisnis Rosneft di Jerman akan dibebaskan dari sanksi. Hal ini karena aset tersebut sudah tidak lagi berada di bawah kendali Rusia.

“Pemberian pengecualian kepada Jerman ini memberi kesan bahwa masih ada kelonggaran dalam penerapan sanksi, sehingga kekhawatiran pasokan minyak akan menipis secara drastis mulai mereda. Kita bisa melihat pasar bergerak hati-hati hari ini,” ujar Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Gedung OPEC. Foto: Wikimedia Commons

Terkait peningkatan produksi OPEC+, saat ini organisasi itu cenderung akan kembali menaikkan produksi secara terbatas pada Desember. Setelah beberapa tahun menahan produksi untuk menjaga harga minyak tetap tinggi, organisasi ini mulai mengembalikan sebagian produksinya sejak April.

“Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang seberapa banyak kapasitas cadangan yang sebenarnya masih dimiliki OPEC+,” kata Flynn.

CPO

Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak November mengalami penurunan sebesar 0,51 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.262 per ton.

Batu Bara

Sejumlah kapal tongkang bermuatan batu bara melintas perairan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/11/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Sementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak November naik 0,74 persen ke level USD 109,30 per ton.

Nikel

Harga nikel justru mengalami penguatan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 0,14 persen ke level USD 15.296 per ton.

Timah

Harga timah juga mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 36.361 per ton.

instagram embed