Harga Minyak Goreng hingga Gula Naik, Mendag: Sakit Kepala Semua
·waktu baca 2 menit

Hingga saat ini, beberapa bahan pokok seperti cabai rawit hingga minyak goreng harganya melonjak. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengaku, jajarannya sedang pusing mengurus kenaikan harga komoditas tersebut.
“Hari ini saya didampingi dua dirjen. Yang satu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, dan satu lagi Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Tugasnya lagi banyak banget,” curhatnya di acara Launching Holding BUMN ‘Food Id’, Rabu (12/1).
Lutfi menambahkan, salah satu Dirjen mengurus persoalan gula. “Satunya lagi, ngurusnya minyak goreng. Sakit kepala ini semua,” tuturnya.
Selain menghadapi persoalan minyak dan gula, Lutfi juga menerima banyak keluhan terkait kenaikan harga.
“Saya menggarisbawahi bahwa tahun 2021 banyak mix feeling. Saya terus terang, dapat banyak komplain terutama di ujung tahun ini,” terangnya.
Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok
Lutfi melanjutkan, harga bahan pokok yang naik yaitu cabai rawit, telur ayam, dan minyak goreng. Lutfi merasa kasihan terkait kerugian yang dialami pedagang telur ayam.
Mendag menceritakan secara normal, setiap tahun ada dua sesi kenaikan harga, yaitu menjelang lebaran dan akhir tahun. Namun, tidak ada pertumbuhan harga saat Lebaran tahun lalu karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Justru sebaliknya, harga telur ayam mengalami deflasi. Akibatnya, peternak ayam petelur rugi besar saat Lebaran tahun lalu. Kenaikan harga saat ini diharapkan bisa menutup kerugian itu. “Kondisi ini terkait dengan kesejahteraan peternak telur Indonesia,” tuturnya.
Sedangkan masalah minyak goreng, menurut Lutfi, adalah fenomena yang harus dihadapi di tahun ini. Lutfi juga memberikan solusi, yaitu penyaluran 1,2 miliar liter minyak goreng dengan harga Rp 14.000 hingga Juni 2022. Dia pun memastikan, minyak goreng Rp 14.000 akan tersedia di semua ritel, baik ritel modern maupun ritel tradisional di seluruh Indonesia.
“Paling tidak di pasar-pasar yang dipantau oleh Kemendag, di 216 pasar,” tegasnya.
