Harga Minyak Mentah Anjlok Imbas Sinyal The Fed Tunda Penurunan Suku Bunga

26 Februari 2024 8:09 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Artem Oleshko/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Artem Oleshko/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Harga minyak mentah anjlok pada Jumat (23/2), membukukan penurunan mingguan setelah pembuat kebijakan bank sentral AS (The Fed) mengindikasikan penurunan suku bunga dapat ditunda setidaknya dua bulan lagi.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 2,5 persen menjadi USD 81,62 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,7 persen menjadi USD 76,49 per barel.
Batu Bara
Sedangkan harga batu bara naik tipis pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman Maret 2024 naik 0,4 persen menjadi USD 125.25 per ton.
CPO
Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) juga naik pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut bursamalaysia.com, harga CPO kontrak Maret 2024 naik 0,32 persen menjadi MYR 3,967 per ton.
Nikel
Adapun harga nikel terpantau kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup naik 0,59 persen dan menetap di USD 17.495 per ton.
ADVERTISEMENT
Timah
Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah berdasarkan LME berakhir menguat 0,81 persen dan menetap di USD 26.382 per ton.