Harga Minyak Mentah Melambung dalam Sepekan Imbas Kebijakan Trump

30 Maret 2025 7:45 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: curraheeshutter/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Harga minyak mentah naik lebih dari 1 persen dalam sepekan.Selain itu sejumlah komoditas lain juga kompak menguat selama sepekan mulai dari Senin (24/3) sampai Jumat (28/3). Rata-rata kenaikannya sekitar 2-5 persen.
ADVERTISEMENT
Kenaikan tertinggi terlihat pada harga batu bara sebesar 6,8 persen dan timah sebesar 5,4 persen. Berikut rangkumannya dari berbagai sumber.
Minyak Mentah
Harga minyak mentah naik lebih dari 1 persen dalam sepekan. Hal ini disebabkan tekanan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap produsen minyak anggota OPEC, Venezuela dan Iran.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah turun pada Jumat, di tengah kekhawatiran bahwa perang tarif AS dapat memicu resesi global. Brent turun 0,5 persen menjadi USD 73,63 per barel, West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,8 persen menjadi USD 69,36 per barel.
Secara mingguan, harga minyak mentah Brent naik 1,9 persen, sementara harga minyak mentah WTI naik 1,6 persen. Sejak mencapai titik terendah dalam beberapa bulan pada awal Maret, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 7 persen, dan harga minyak mentah WTI naik lebih dari 6 persen.
ADVERTISEMENT
Trump pada hari Senin mengumumkan tarif baru sebesar 25 persen pada calon pembeli minyak mentah Venezuela, beberapa hari setelah sanksi AS yang menargetkan impor China dari Iran.
Batu Bara
Harga batu bara menguat pada penutupan perdagangan Jumat. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga batu bara naik 1,47 persen menjadi USD 103.50 per ton.
Selama sepekan, harga batu bara melesat 6,8 persen setelah mencetak rekor harga terendah hampir empat tahun pada Senin di level USD 96,9 per ton. Kenaikannya dalam sepekan ini sebesar 6,8 persen.
Harga batu bara tertekan prospek pasokan global akan terus meningkat. Produsen utama China mengumumkan produksinya akan meningkat 1,5 persen menjadi 4,82 miliar ton pada tahun 2025 setelah mencatat rekor pada tahun 2024.
ADVERTISEMENT
Selain itu, produksi Indonesia naik ke rekor tertinggi 836 juta ton pada tahun 2024, 18 persen di atas target. Akibatnya, Glencore mencatat banyak produsen batu bara Australia, yang khususnya berdampak pada mutu Newcastle, sedang mempertimbangkan untuk tutup karena harga yang lebih rendah mengurangi margin.
CPO
Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) juga naik pada penutupan perdagangan Jumat. Harga CPO berdasarkan tradingeconomics naik 2,48 persen menjadi MYR 4.420 per ton.
Selama sepekan, harga CPO menguat 2,36 persen, dari level USD 4.318 per ton pada Senin. Kenaikan harga CPO menyusul keputusan produsen minyak dan biofuel AS sepakat untuk menaikkan mandat untuk solar dan biodiesel terbarukan.
Sementara itu, pembeli utama China meningkatkan pembelian minyak sawit di tengah sengketa perdagangan dengan Kanada. Proyeksi menunjukkan transisi dari La Niña ke fase El Niño netral antara Maret dan Mei, yang dapat memengaruhi produksi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Indonesia menaikkan harga referensi minyak sawit mentah untuk April menjadi USD 961,54 per metrik ton sambil mempertahankan pajak ekspor USD 124 per ton. Namun, kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran atas kekurangan tenaga kerja setelah libur Idul Fitri minggu depan.
Nikel
Harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel berdasarkan tradingeconomics menguat 1,02 persen menjadi USD 16.400 per ton.
Selama sepekan, harga nikel merangkak naik sebesar 2,26 persen, dari posisi pada Senin sebesar USD 16.037 per ton. Sejak awal tahun 2025, harga nikel sudah naik sekitar 7,19 persen.
Timah
Sementara itu, harga timah juga mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah berdasarkan London Metal Exchange (LME) meningkat 2,69 persen dan menetap di USD 36.220 per ton.
ADVERTISEMENT
Selama sepekan, harga timah mengalami kenaikan hingga 5,43 persen, dari posisi Senin di harga USD 34.354 per ton. Sejak awal tahun 2025, harga timah meroket 21,27 persen.